home global news

Presiden Sri Lanka Mundur Usai Massa Serbu Istana

Senin, 11 Juli 2022 - 13:42 WIB
Massa di Sri Lanka menyerbu kediaman Presiden Gotabaya Rajapaksa. (Foto: Twitter @papasimaculate)
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa akan mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Juli 2022. Hal tersebut mengakhiri protes berbulan-bulan oleh masyarakat yang putus asa dan marah akibat krisis ekonomi mengerikan yang melanda negara tersebut.

Masyarakat pun berunjuk rasa dengan menyerbu kediamannya. Peristiwa itu membuat Rajapaksa melarikan diri dengan menggunakan kapal angkatan laut.

Baca Juga:Cuitan Presiden Sri Lanka: Minta Bantuan Putin Kirimi Bahan Bakar

Lantas bagaimana kondisi Sri Lanka saat ini?

Mengutip dari Aljazeera, Senin (11/7/2022), Sri Lanka telah menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam dua dekade, pada (7/7). Langkah tersebut diambil untuk mencegah inflasi yang tak terkendali dan menghindari pukulan ekonomi yang lebih dalam.

Bank sentral Sri Lanka meningkatkan suku bunga pinjaman sebesar 100 basis poin menjadi 15,50 persen. Sementara, fasilitas simpanan naik menjadi 14,50 persen, yang merupakan angka tertinggi sejak Agustus 2001. Parahnya, Inflasi Sri Lanka secara tahun ke tahun telah menyentuh 54,6 persen di Juni 2022.

Gubernur Bank Sentral P Nandalal Weerasinghe mengatakan inflasi bisa saja mencapai 70 persen. "Kami akan bekerja untuk mengelola inflasi sebanyak mungkin tetapi langkah-langkah lain seperti transfer tunai juga akan diperlukan untuk memberikan bantuan kepada orang miskin," katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
krisis ekonomi sri lanka gotabaya rajapaksa
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya