home edukasi & pesantren

Kasus Pelecehan Seksual, Ponpes Diminta Jaga Tradisi dan Norma

Kamis, 14 Juli 2022 - 16:25 WIB
Ilustrasi santri di pondok pesantren. (Foto: Istimewa).
Kasus pelecehan seksual di pondok pesantren dikhawatirkan mencoreng nama baik lembaga pendidikan Islam. Apalagi materi akhlak menjadi andalan ponpes.

Sekretaris Yayasan Igra Pesantren Yatama Aisyah, Ning Kholida Ulfi mengatakan, ponpes mengemban tugas cukup berat. Sebab bukan cuma mendidik pendidikan umum, tapi juga nilai dasar akhlak.

"Jangan sampai ini (kasus pelecehan seksual) menciutkan nyali pondok pesantren untuk terus berjuang, apalagi ini juga tantangan kita di era modern," kata dia di acara Ihwal Jam’iyah TV9, dikutip Kamis (14/7/2022).

Anggota Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI Jawa Timur ini juga menambahkan, pesantren harus tetap bisa menjaga tradisi dan norma di tengah program pendidikan yang bermacam-macam.

Baca Juga:Upaya Preventif Cegah Terjadinya Pelecehan Seksual di Pesantren

"Pesantren sekarang dan dulu berbeda. Tapi, poin-poin yang diajarkan di pondok pesantren tentunya itu tidak akan berubah. Kita tetap harus menjaga tradisi dan norma. Meskipun saat ini ada pesantren salaf, modern, dan khalaf," ujar dia.

Dia berharap, para santri di ponpes bisa berperan aktif. Terutama dalam pencegahan perilaku yang tergolong dalam pelecehan seksual.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pelecehan seksual asusila pondok pesantren pesantren
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya