Pengamat Pendidikan: Tak Ada Sekolah Unggulan, Semua Sama
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 15 Juli 2022 - 09:32 WIB
Sistem zonasi bertujuan melakukan percepatan pemerataan akses dan kualitas layanan pendidikan. Foto: Langit7/iStock.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai menerapkan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SD/SMP/SMA melalui sistem zonasidi tahun 2017. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk percepatan pemerataan akses dan kualitas layanan pendidikan.
Kriteria jarak tempat tinggal calon peserta didik ke sekolah dan usia menjadi persyaratan penerimaan dari jalur zonasi. Dua hal ini kemudian malah membuka potensi kecurangan dengan adanya pemalsuan Surat Keterangan Domisili (SKD).
Baca juga: Pendidikan di Indonesia Tak Seindah Amanat Konstitusi
Menanggapi hal ini, pengamat pendidikan dan dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr. Dirgantara Wicaksono atau akrab disapa Bombom meminta pemerintah harus terus melakukan sosialisasi terkait sistem zonasi agar tidak terjadi salah persepsi.
Dia melanjutkan, pemerintah juga harus mengedukasi masyarakat, khususnya orang tua bahwa saat ini tidak ada lagi sekolah paling unggul, sehingga tak perlu lagi melakukan kecurangan.
"Pemerintah harus terus melakukan sosialisasi secara mendalam dan menyadarkan orang tua bahwasanya sekolah-sekolah yang dituju itu tidak serta-merta yang terbaik. Sekarang semuanya terbaik," ujar Bombom kepada Langit7, Kamis (15/7/2022).
Pendiri dan pembina organisasi Backpacker Teaching Indonesia ini melanjutkan, pemerintah khususnyaDKI Jakarta selalu memiliki regulasi untuk mengantisipasi hal tersebut.
Kriteria jarak tempat tinggal calon peserta didik ke sekolah dan usia menjadi persyaratan penerimaan dari jalur zonasi. Dua hal ini kemudian malah membuka potensi kecurangan dengan adanya pemalsuan Surat Keterangan Domisili (SKD).
Baca juga: Pendidikan di Indonesia Tak Seindah Amanat Konstitusi
Menanggapi hal ini, pengamat pendidikan dan dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr. Dirgantara Wicaksono atau akrab disapa Bombom meminta pemerintah harus terus melakukan sosialisasi terkait sistem zonasi agar tidak terjadi salah persepsi.
Dia melanjutkan, pemerintah juga harus mengedukasi masyarakat, khususnya orang tua bahwa saat ini tidak ada lagi sekolah paling unggul, sehingga tak perlu lagi melakukan kecurangan.
"Pemerintah harus terus melakukan sosialisasi secara mendalam dan menyadarkan orang tua bahwasanya sekolah-sekolah yang dituju itu tidak serta-merta yang terbaik. Sekarang semuanya terbaik," ujar Bombom kepada Langit7, Kamis (15/7/2022).
Pendiri dan pembina organisasi Backpacker Teaching Indonesia ini melanjutkan, pemerintah khususnyaDKI Jakarta selalu memiliki regulasi untuk mengantisipasi hal tersebut.