Sejarawan Bantah Asal-usul Gelar Haji di Indonesia Pemberian Belanda
Muhajirin
Jum'at, 15 Juli 2022 - 14:41 WIB
Ilustrasi ibadah haji di masa lalu (foto: langit7.id/istock)
Di musim haji, kerap beredar kabar bahwa gelar haji merupakan pemberian Belanda. Salah satunya dibahas dalam Podcast Sejarah dari box2box.id.
Gelarhaji disebut disematkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk menandai dan mengidentifikasi umat Islam yang baru pulang dari haji. Belanda disebut khawatir, jemaah haji akan membawa pemikiran Pan-Islamisme dari Arab.
Sejarawan Muslim, Dr Tiar Anwar Bachtiar, menegaskan, pemberian gelar haji bukan pemberian Pemerintah Kolonial Belanda pada masa penjajahan.
Baca Juga: Catatan Sejarah, Orang Indonesia Pertama yang Memulai Ibadah Haji
Gelar haji tidak hanya dipakai masyarakat muslim di Indonesia saja. Namun gelar ini juga dipakai di negara-negara berpenduduk muslim yang jauh dari Mekah dan Madinah.
“Malaysia, Singapura, Thailand, Turki, Sri Lanka, bahkan Sudan juga menggunakan gelar haji. Padahal mereka tidak pernah dijajah oleh Belanda. “Kalau benar gelar haji pemberian Belanda, mereka tidak pakai,” kata Tiar di Persis TV, dikutip Jumat (15/7/2022).
Dia menjelaskan, sepanjang periode Hindia-Belanda (1800-1942), peraturan (ordonansi) mengenai haji terbit pada 1825 tentang pembatasan kuota jemaah haji, 1859 tentang aturan pelaksanaan haji, dan 1922 yang berisi aturan tentang pelayanan haji yang lebih baik.
Gelarhaji disebut disematkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk menandai dan mengidentifikasi umat Islam yang baru pulang dari haji. Belanda disebut khawatir, jemaah haji akan membawa pemikiran Pan-Islamisme dari Arab.
Sejarawan Muslim, Dr Tiar Anwar Bachtiar, menegaskan, pemberian gelar haji bukan pemberian Pemerintah Kolonial Belanda pada masa penjajahan.
Baca Juga: Catatan Sejarah, Orang Indonesia Pertama yang Memulai Ibadah Haji
Gelar haji tidak hanya dipakai masyarakat muslim di Indonesia saja. Namun gelar ini juga dipakai di negara-negara berpenduduk muslim yang jauh dari Mekah dan Madinah.
“Malaysia, Singapura, Thailand, Turki, Sri Lanka, bahkan Sudan juga menggunakan gelar haji. Padahal mereka tidak pernah dijajah oleh Belanda. “Kalau benar gelar haji pemberian Belanda, mereka tidak pakai,” kata Tiar di Persis TV, dikutip Jumat (15/7/2022).
Dia menjelaskan, sepanjang periode Hindia-Belanda (1800-1942), peraturan (ordonansi) mengenai haji terbit pada 1825 tentang pembatasan kuota jemaah haji, 1859 tentang aturan pelaksanaan haji, dan 1922 yang berisi aturan tentang pelayanan haji yang lebih baik.