Belajar dari Syekh Hatim, Pura-Pura Tuli demi Jaga Aib Orang
Mahmuda attar hussein
Senin, 18 Juli 2022 - 10:00 WIB
Ilustrasi ulama yang berpura-pura tuli demi menjaga aib orang lain. (Foto: Pixabay).
Kisah Syekh Abu Abdurrahman Hatim bisa dijadikan contoh pembelajaran bagi umat Islam. Dia berpura-pura tuli sampai 15 tahun demi menjaga aib orang lain.
Dikutip dari kitab Tadzkirotul Auliya, Syekh Hatim dijuluki Al-Asham (tuli). Padahal sebetulnya, dia bisa mendengar secara normal.
Julukan itu disematkan padanya karena pada suatu masa dia mendapati kunjungan seorang wanita untuk menanyakan suatu perkara. Namun di tengah pertanyaannya, si wanita buang angin tanpa sengaja.
Hingga terdengarlah suara kentut oleh ulama besar yang wafat di Baghdad, Irak, pada tahun 852 Masehi/237 Hijriah itu. Tampak wajah wanita itu memerah menahan malu.
Baca Juga: Kisah Pria Ingin Berzina dan Beritahu Rasulullah, Ini Jawab Beliau
Melihat perangai wanita yang sudah terlanjur malu, Syekh Hatim tiba-tiba saja berkata agak keras, "Ulangi suaramu lebih keras!" katanya.
Kaget mendengar suara Syekh Hatim yang dilontarkan keras, wanita itu kebingungan. Sampai Syekh Hatim mengulangi perkataannya sekali lagi.
Dikutip dari kitab Tadzkirotul Auliya, Syekh Hatim dijuluki Al-Asham (tuli). Padahal sebetulnya, dia bisa mendengar secara normal.
Julukan itu disematkan padanya karena pada suatu masa dia mendapati kunjungan seorang wanita untuk menanyakan suatu perkara. Namun di tengah pertanyaannya, si wanita buang angin tanpa sengaja.
Hingga terdengarlah suara kentut oleh ulama besar yang wafat di Baghdad, Irak, pada tahun 852 Masehi/237 Hijriah itu. Tampak wajah wanita itu memerah menahan malu.
Baca Juga: Kisah Pria Ingin Berzina dan Beritahu Rasulullah, Ini Jawab Beliau
Melihat perangai wanita yang sudah terlanjur malu, Syekh Hatim tiba-tiba saja berkata agak keras, "Ulangi suaramu lebih keras!" katanya.
Kaget mendengar suara Syekh Hatim yang dilontarkan keras, wanita itu kebingungan. Sampai Syekh Hatim mengulangi perkataannya sekali lagi.