Habib Salim Ajak Masyarakat Perkuat Zikir, Istighfar, dan Taubat
Ahmad zuhdi
Ahad, 08 Agustus 2021 - 14:00 WIB
Ilustrasi zikir memohon pertolongan Allah SWT segera hingkan covid-19. Foto: Langit7/istock
Fraksi PKS DPR RI kembali mengadakan Do’a bersama dalam rangka mendoakan para syuhada covid dan keselamat bangsa. Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri mengatakan penting bagi kita untuk selalu bersyukur dan bertaubat kepada Allah SWT.
"Kita harus perkuat zikir, istighfar, dan taubat baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, dengan demikian Allah akan mengangat wabah ini. Tak kalah penting, pandemi harus menumbuhkan solidaritas sosial dan rasa empati," ujarnya dalam kegiatan doa secara virtual, Sabtu (7/8) malam.
Dalam kesempatan itu, Habib Salim menuturkan tidak sedikit ulama yang diwafatkan. Dalam catatan Majelis Ulama Indonesia (MUI), ulama gugur mendekati angka 1.000 orang dan banyak yang gugur karena Covid-19.
Dia juga mengatakan pentingnya bersyukur dan menumbuhkan solidaritas sosial melalui berbagi kepada sesama karena menurut Salim sebenarnya yang menyelamatkan diri dan bangsa kita dua saja yaitu perbanyak taubat dan banyak syukur.
"Bentuk syukur itu diantaranya masyarakat saling berbagi, tolong menolong serta mengasihi. Maka kesulitan yang tengah dialami akan diangkat Allah SWT," ujar Menteri Sosial era Presiden SBY ini.
Habib Salim menyebutkan, Covid-19 ini adalah bentuk ujian bagi sesama masyarakat dalam membangun solidaritas sosial. Karenanya seluruh pejabat publik dan masyarakat umum harus tergerak untuk saling membantu masyarakat betapun kita sendiri mungkin ada yang terpapar dan kondisinya tidak mudah.
"Pemerintah juga diuji, masyarakat menyaksikan sejauh mana pemerintah mampu untuk berbuat dan melindungi warganya dan seluruh tumpah darah manusia Indonesia. Ini ujian Pemerintah untuk menyelamatkan rakyat, memperbaiki sistem kesehatan, dan menghadirkan bantuan sosial yang merata dan berkeadilan,” ujarnya.
"Kita harus perkuat zikir, istighfar, dan taubat baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, dengan demikian Allah akan mengangat wabah ini. Tak kalah penting, pandemi harus menumbuhkan solidaritas sosial dan rasa empati," ujarnya dalam kegiatan doa secara virtual, Sabtu (7/8) malam.
Dalam kesempatan itu, Habib Salim menuturkan tidak sedikit ulama yang diwafatkan. Dalam catatan Majelis Ulama Indonesia (MUI), ulama gugur mendekati angka 1.000 orang dan banyak yang gugur karena Covid-19.
Dia juga mengatakan pentingnya bersyukur dan menumbuhkan solidaritas sosial melalui berbagi kepada sesama karena menurut Salim sebenarnya yang menyelamatkan diri dan bangsa kita dua saja yaitu perbanyak taubat dan banyak syukur.
"Bentuk syukur itu diantaranya masyarakat saling berbagi, tolong menolong serta mengasihi. Maka kesulitan yang tengah dialami akan diangkat Allah SWT," ujar Menteri Sosial era Presiden SBY ini.
Habib Salim menyebutkan, Covid-19 ini adalah bentuk ujian bagi sesama masyarakat dalam membangun solidaritas sosial. Karenanya seluruh pejabat publik dan masyarakat umum harus tergerak untuk saling membantu masyarakat betapun kita sendiri mungkin ada yang terpapar dan kondisinya tidak mudah.
"Pemerintah juga diuji, masyarakat menyaksikan sejauh mana pemerintah mampu untuk berbuat dan melindungi warganya dan seluruh tumpah darah manusia Indonesia. Ini ujian Pemerintah untuk menyelamatkan rakyat, memperbaiki sistem kesehatan, dan menghadirkan bantuan sosial yang merata dan berkeadilan,” ujarnya.
(zul)