LGBT di Citayam Fashion Week, MUI: Penyakit yang Bisa Disembuhkan
Muhajirin
Selasa, 26 Juli 2022 - 20:26 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Wakil Ketua Umum MUI, Marsudi Syuhud, merespons fenomena LGBT di Citayam Fashion Week di kawasan Sudirman, Jakarta. Menurut dia, LGBT merupakan penyakit yang bisa disembuhkan.
“Itu kan masalah kemanusiaan yang banyak orang menyampaikan itu, ada yang mengatakan sebuah penyakit. Tapi yang penting kalau psychological sickness itu dipahami bisa disembuhkan. Kalau penyakit berusaha disembuhkan, apa saja yang Sudah disampaikan ulama terdahulu sampai sekarang,” kata Marsudi kepada LANGIT7.ID di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (26/7/2022).
Kendati begitu, Marsudi mengapresiasi fenomena Citayam Fashion Week. Dia menyebut fenomena itu merupakan bentuk kreativitas khususnya anak-anak muda. Fenomena yang digelar di tempat penyeberangan jalan semata-mata untuk mencari perhatian publik.
Baca Juga:Membendung Penumpang Gelap LGBT di Citayam Fashion Week
“Namanya saja orang banyak yang mempunyai keinginan-keinginan yang diperhatikan orang banyak juga, maka ketika di jalan ada yang penyebrangan menjadi fashion show, fashion week itu mencari perhatian publik sebuah kreativitas,” tutur Marsudi.
Namun, dia mengingatkan agar remaja dan anak muda yang tengah mengadu kreativitas tidak mengganggu ketertiban dan kepentingan umum. Dia ingin anak-anak muda itu tetap memperhatikan aturan yang berlaku.
“Saya harapkan kreativitas yang terpenting jangan mengganggu kepentingan umum, jangan mengganggu kepentingan umum,” kata dia. Dia juga menyarankan agar pemerintah menyediakan lokasi khusus untuk anak-anak muda tersebut.
“Itu kan masalah kemanusiaan yang banyak orang menyampaikan itu, ada yang mengatakan sebuah penyakit. Tapi yang penting kalau psychological sickness itu dipahami bisa disembuhkan. Kalau penyakit berusaha disembuhkan, apa saja yang Sudah disampaikan ulama terdahulu sampai sekarang,” kata Marsudi kepada LANGIT7.ID di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (26/7/2022).
Kendati begitu, Marsudi mengapresiasi fenomena Citayam Fashion Week. Dia menyebut fenomena itu merupakan bentuk kreativitas khususnya anak-anak muda. Fenomena yang digelar di tempat penyeberangan jalan semata-mata untuk mencari perhatian publik.
Baca Juga:Membendung Penumpang Gelap LGBT di Citayam Fashion Week
“Namanya saja orang banyak yang mempunyai keinginan-keinginan yang diperhatikan orang banyak juga, maka ketika di jalan ada yang penyebrangan menjadi fashion show, fashion week itu mencari perhatian publik sebuah kreativitas,” tutur Marsudi.
Namun, dia mengingatkan agar remaja dan anak muda yang tengah mengadu kreativitas tidak mengganggu ketertiban dan kepentingan umum. Dia ingin anak-anak muda itu tetap memperhatikan aturan yang berlaku.
“Saya harapkan kreativitas yang terpenting jangan mengganggu kepentingan umum, jangan mengganggu kepentingan umum,” kata dia. Dia juga menyarankan agar pemerintah menyediakan lokasi khusus untuk anak-anak muda tersebut.