Komnas HAM Beberkan Temuan Baru Soal Luka di Tubuh Brigadir J
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 27 Juli 2022 - 05:05 WIB
Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam saat memberikan konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta. (Foto: Tangkapan Layar/YouTube Humas Komnas HAM)
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendapatkan temuan baru terkait tewasnya Brigadir Yosua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J. Dugaan sementara, Brigadir J kemungkinan ditembak dari jarak yang berbeda-beda.
Hal tersebut disampaikan Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam. Menurut Anam, ada perbedaan jarak luka tembak yang bersarang di tubuh Brigadir J.
Baca Juga:Kapolri Nonaktifkan Karo Paminal dan Kapolres Jaksel Buntut Kasus Penembakan Brigadir J
"Kalau dari karakter luka, jaraknya memang tidak terlalu jauh. Tetapi ada beberapa karakter jarak yang berbeda-beda. Itu dari hasil pendalaman kami," kata Anam dalam konferensi pers di kantor Komnas Ham, Jakarta, Selasa (26/7/2022).
Anam mengungkapkan, luka tembak yang bersarang di tubuh Brigadir J terdiri atas luka peluru masuk dan keluar. Namun, dia tidak merinci berapa jumlah luka tembak tersebut.
Baca Juga:Perlancar Penyidikan, Alasan Kapolri Nonaktifkan Irjen Ferdy Sambo
"Ada pertanyaan, kenapa kok jumlah lukanya masuk dan keluar berbeda? Jumlah luka masuk dan keluar berbeda karena memang ada yang masuk dan keluarnya memang pelurunya masih bersarang di tubuh, sehingga jumlahnya berbeda," ucap Anam.
Hal tersebut disampaikan Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam. Menurut Anam, ada perbedaan jarak luka tembak yang bersarang di tubuh Brigadir J.
Baca Juga:Kapolri Nonaktifkan Karo Paminal dan Kapolres Jaksel Buntut Kasus Penembakan Brigadir J
"Kalau dari karakter luka, jaraknya memang tidak terlalu jauh. Tetapi ada beberapa karakter jarak yang berbeda-beda. Itu dari hasil pendalaman kami," kata Anam dalam konferensi pers di kantor Komnas Ham, Jakarta, Selasa (26/7/2022).
Anam mengungkapkan, luka tembak yang bersarang di tubuh Brigadir J terdiri atas luka peluru masuk dan keluar. Namun, dia tidak merinci berapa jumlah luka tembak tersebut.
Baca Juga:Perlancar Penyidikan, Alasan Kapolri Nonaktifkan Irjen Ferdy Sambo
"Ada pertanyaan, kenapa kok jumlah lukanya masuk dan keluar berbeda? Jumlah luka masuk dan keluar berbeda karena memang ada yang masuk dan keluarnya memang pelurunya masih bersarang di tubuh, sehingga jumlahnya berbeda," ucap Anam.