Cegah Kekerasan Remaja, Sosiolog: Ortu Perlu Rutin Pantau Medsos Anak
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 28 Juli 2022 - 18:51 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Belakangan ini istilah klitih kembali ramai menjadi perbincangan, seiring adanya kasus dugaan aksi tersebut di Salaman, Magelang, Ahad (24/7/202) kemarin.
SosiologUniversitas Negeri Jakarta, Syaifudin menyebut aksi klitih sebenarnya terjadi setiap tahun dan kebanyakan pelakunya merupakan remaja.
"Setiap tahun memang selalu terjadi klitih yang oknum pelakunya adalah anak-anak muda yang masih berstatus pelajar. Saya lihat ini terjadi karena kurangnya aktivitas positif anak-anak muda karena mereka kekurangan wadah," ujar Syaifudin kepada Langit7.
Baca juga: Speak Up, Cara Putus Mata Rantai Kekerasan di Dunia Kerja
Syaifudin berharap pihak sekolah memberikan aktivitas positif bagi peserta didik dan memfasilitasi bakat mereka. Di samping itu, perlu juga ada sanksi tegas sebagai efek jera agar tidak menjadi imitasi sosial bagi peserta didik lain.
"Penanaman nilai-nilai yang positif juga harus ditanamkan melalui proses pembelajaran pada peserta didik," katanya.
Selain pihak sekolah, keluarga atau orang tua diharapkan tidak abai pada tumbuh kembang dan aktivitas anak. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah rutin memantaumedia sosial sang buah hati.
SosiologUniversitas Negeri Jakarta, Syaifudin menyebut aksi klitih sebenarnya terjadi setiap tahun dan kebanyakan pelakunya merupakan remaja.
"Setiap tahun memang selalu terjadi klitih yang oknum pelakunya adalah anak-anak muda yang masih berstatus pelajar. Saya lihat ini terjadi karena kurangnya aktivitas positif anak-anak muda karena mereka kekurangan wadah," ujar Syaifudin kepada Langit7.
Baca juga: Speak Up, Cara Putus Mata Rantai Kekerasan di Dunia Kerja
Syaifudin berharap pihak sekolah memberikan aktivitas positif bagi peserta didik dan memfasilitasi bakat mereka. Di samping itu, perlu juga ada sanksi tegas sebagai efek jera agar tidak menjadi imitasi sosial bagi peserta didik lain.
"Penanaman nilai-nilai yang positif juga harus ditanamkan melalui proses pembelajaran pada peserta didik," katanya.
Selain pihak sekolah, keluarga atau orang tua diharapkan tidak abai pada tumbuh kembang dan aktivitas anak. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah rutin memantaumedia sosial sang buah hati.