Inflasi Indonesia Meningkat, Sri Mulyani: Masih Lebih Moderat
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 02 Agustus 2022 - 22:05 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Tangkapan Layar)
Laju inflasi di Indonesia mengalami peningkatan mencapai 4,94 persen year on year (yoy) pada Juli 2022. Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan Juni 2022 sebesar 4,35 persen.
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 secara virtual di Jakarta. Menurut Sri Mulyani, inflasi Indonesia masih lebih moderat dibandingkan negara-negara selevel, seperti Thailand (7,7 persen), India (7 persen) dan Filipina (6,1 persen) yoy.
Baca Juga:Perekonomian Global Menurun, Akankah Inflasi Indonesia Ikut Meninggi?
"Laju inflasi menunjukkan tren meningkat. Inflasi Indonesia yang berada di angka 4,94 persen yoy masih relatif moderat," kata Sri Mulyani dikutip Selasa (2/8/2022).
Sri Mulyani mengungkapkan tren peningkatan inflasi tak lepas dari kenaikan harga-harga komoditas dunia sehingga menyebabkan gangguan pasokan domestik. "Bahkan posisi inflasi akhir triwulan I 2022 masih pada tingkat 2,64 persen yoy," ucap Sri Mulyani.
Meskipun inflasi headline meningkat, lanjut Menkeu, inflasi inti atau core inflation masih tetap terjaga pada tingkat 2,86 persen yoy. Hal itu sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga ekspektasi inflasi Indonesia.
Baca Juga:DPR Ingatkan Menkeu Sri Mulyani Tak Anggap Remeh Resesi Ekonomi
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 secara virtual di Jakarta. Menurut Sri Mulyani, inflasi Indonesia masih lebih moderat dibandingkan negara-negara selevel, seperti Thailand (7,7 persen), India (7 persen) dan Filipina (6,1 persen) yoy.
Baca Juga:Perekonomian Global Menurun, Akankah Inflasi Indonesia Ikut Meninggi?
"Laju inflasi menunjukkan tren meningkat. Inflasi Indonesia yang berada di angka 4,94 persen yoy masih relatif moderat," kata Sri Mulyani dikutip Selasa (2/8/2022).
Sri Mulyani mengungkapkan tren peningkatan inflasi tak lepas dari kenaikan harga-harga komoditas dunia sehingga menyebabkan gangguan pasokan domestik. "Bahkan posisi inflasi akhir triwulan I 2022 masih pada tingkat 2,64 persen yoy," ucap Sri Mulyani.
Meskipun inflasi headline meningkat, lanjut Menkeu, inflasi inti atau core inflation masih tetap terjaga pada tingkat 2,86 persen yoy. Hal itu sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga ekspektasi inflasi Indonesia.
Baca Juga:DPR Ingatkan Menkeu Sri Mulyani Tak Anggap Remeh Resesi Ekonomi