home global news

Kemenkeu: Digitalisasi Persempit Peluang Praktik Korupsi

Kamis, 04 Agustus 2022 - 08:20 WIB
Ilustrasi penolakan tindak pidana korupsi sebagai bentuk peningkatan kualitas iman dan takwa. Foto: Langit7.id/iStock
Digitalisasi akan mempersempit adanya peluang praktik korupsi di berbagai kegiatan. Termasuk dalam penyelenggaraan kebijakan pemerintah.

Hal sedemikian disampaikan langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Webinar Digitalisasi sebagai Sarana Pencegahan Korupsi di Jakarta, Rabu (3/7/2022). Menurutnya,salah satu upaya digitalisasi yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan adalah dengan meluncurkan Sistem Informasi Pengelolaan Batu Bara (Simbara) dan Sistem Informasi Terintegrasi (SIT) untuk kegiatan hulu minyak dan gas (migas).

Baca Juga:Inflasi Indonesia Meningkat, Sri Mulyani: Masih Lebih Moderat



"Membangun platform digital akan mempersempit dan mengurangi kemungkinan terjadinya praktik bisnis yang tidak baik yaitu korupsi atau kompromi terhadap integritas," kataSri Mulyani.

Integrasi data dari Simbara dan SIT Migas dilakukan antara Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan dan Bank Indonesia. Dia mengatakan, SIT Migas dan Simbara yang berhubungan dengan sistem informasi terintegrasi dari migas serta mineral dan batu bara (minerba) itu memberi banyak manfaat.

Manfaat tersebut antara lain menciptakan sebuah ekosistem pengawasan yang terintegrasi, penyediaan data yang konsisten secara nasional serta harmonisasi struktur neraca komoditas. Simbara dan SIT Migas diharapkan menciptakan keseragaman persepsi atas data dan informasi sekaligus menjamin keselarasan dan ketelusuran data dari hulu ke hilir untuk komoditas sumber daya alam (SDA) migas dan minerba.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sri mulyani kemenkeu digitalisasi antikorupsi migas
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya