Menko PMK Dorong Perumusan Konsep Pesantren Otentik Muhammadiyah
Muhajirin
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 15:10 WIB
Salah satu Pesantren Muhammadiyah, Ponpes Darul Arqam Garut (foto: istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, mendorong agar PP Muhammadiyah membuat rumusan otentik pesantren Muhammadiyah. Ini tak terlepas dari berbagai perbedaan di internal umat Islam, termasuk di tubuh Muhammadiyah.
Perbedaan juga terjadi di model-model pesantren. Tak terkecuali pesantren yang berada di bawah naungan Muhammadiyah. Atas dasar itu, dia mengusulkan agar persyarikatan mencari titik temu dan model pesantren otentik Muhammadiyah.
“Kalau terlalu kencang, terlalu fokus pada perbedaan nanti tidak ada habisnya. Karena itu harus ada upaya untuk mencari titik temu dari berbagai macam perbedaan tersebut,” ucap Muhadjir dalam seminar Pesantren Muhammadiyah Berkemajuan dan Tantangan Masa Depan yang diadakan UM Purwokerto, Sabtu (6/8/2022).
Baca Juga: Marak Muncul Pesantren Abal-abal, Majelis Masyayikh: Harus Dilawan
Muhadjir menuturkan, pesantren-pesantren yang dimiliki Muhammadiyah juga terdapat perbedaan dan varian. Maka itu, penting mencari titik temu atau model generic pesantren Muhammadiyah untuk diangkat menjadi bahan pemikiran.
“Kalau saya melihat itu bukan mazhab di Muhammadiyah, tetapi hanya varian-varian dan itu akan selalu terjadi,” kata Muhadjir.
Perbedaan juga terjadi di model-model pesantren. Tak terkecuali pesantren yang berada di bawah naungan Muhammadiyah. Atas dasar itu, dia mengusulkan agar persyarikatan mencari titik temu dan model pesantren otentik Muhammadiyah.
“Kalau terlalu kencang, terlalu fokus pada perbedaan nanti tidak ada habisnya. Karena itu harus ada upaya untuk mencari titik temu dari berbagai macam perbedaan tersebut,” ucap Muhadjir dalam seminar Pesantren Muhammadiyah Berkemajuan dan Tantangan Masa Depan yang diadakan UM Purwokerto, Sabtu (6/8/2022).
Baca Juga: Marak Muncul Pesantren Abal-abal, Majelis Masyayikh: Harus Dilawan
Muhadjir menuturkan, pesantren-pesantren yang dimiliki Muhammadiyah juga terdapat perbedaan dan varian. Maka itu, penting mencari titik temu atau model generic pesantren Muhammadiyah untuk diangkat menjadi bahan pemikiran.
“Kalau saya melihat itu bukan mazhab di Muhammadiyah, tetapi hanya varian-varian dan itu akan selalu terjadi,” kata Muhadjir.