TGB: Toleransi Diterapkan di Kehidupan Sosial, Bukan dalam Akidah
Muhajirin
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 18:27 WIB
TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
TGH Dr. Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menyebut toleransi merupakan salah satu wujud keindahan Islam. Toleransi berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Ini penting diimplementasikan dalam kehidupan sosial, berbangsa, dan bernegara.
“Kenapa? Karena itulah ajaran Islam. Ajaran Rasulullah yang juga mengalir dari firman firman Allah di dalam Al-Qur’an,” kata TGB di acara Bedah Buku Toleransi karya Prof Quraish Shihab di Islamic Book Fair (IBF), Jakarta, Sabtu (6/8/2022).
Akan tetapi, implementasi toleransi itu akan berbeda jika berbicara tentang akidah dan muamalat. Ketika Allah berbicara tentang akidah dalam Al-Qur’an, narasi yang digunakan sangat sederhana. Dia mencontohkan Surah Al-Ikhlas, tidak ada improvisasi ketika Allah berbicara tentang akidah begitu pun dalam ritual ibadah. Sebab menurut TGB, keduanya tidak bisa ditoleransi.
Baca Juga: Ngaji Tafsir Al-Qur'an, Gus Baha dan TGB Bahas Kedamaian Beragama
Ketika masuk ke ranah sosial dan berinteraksi dengan orang-orang berbeda keyakinan, maka sikap toleransi sangat dibutuhkan. Islam memerintahkan untuk berpegang teguh pada akidah, dan menyuruh berkreasi dalam ranah muamalah.
“Karena itu, salah satu yang menjadi masalah adalah kalau yang muamalah di-akidahkan. Misal dalam proses pemilihan (Presiden), itu muamalah, tapi sering di-akidahkan,” kata Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia itu.
“Kenapa? Karena itulah ajaran Islam. Ajaran Rasulullah yang juga mengalir dari firman firman Allah di dalam Al-Qur’an,” kata TGB di acara Bedah Buku Toleransi karya Prof Quraish Shihab di Islamic Book Fair (IBF), Jakarta, Sabtu (6/8/2022).
Akan tetapi, implementasi toleransi itu akan berbeda jika berbicara tentang akidah dan muamalat. Ketika Allah berbicara tentang akidah dalam Al-Qur’an, narasi yang digunakan sangat sederhana. Dia mencontohkan Surah Al-Ikhlas, tidak ada improvisasi ketika Allah berbicara tentang akidah begitu pun dalam ritual ibadah. Sebab menurut TGB, keduanya tidak bisa ditoleransi.
Baca Juga: Ngaji Tafsir Al-Qur'an, Gus Baha dan TGB Bahas Kedamaian Beragama
Ketika masuk ke ranah sosial dan berinteraksi dengan orang-orang berbeda keyakinan, maka sikap toleransi sangat dibutuhkan. Islam memerintahkan untuk berpegang teguh pada akidah, dan menyuruh berkreasi dalam ranah muamalah.
“Karena itu, salah satu yang menjadi masalah adalah kalau yang muamalah di-akidahkan. Misal dalam proses pemilihan (Presiden), itu muamalah, tapi sering di-akidahkan,” kata Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia itu.