Kuatkan Cinta Pasutri dengan Komunikasi dan Saling Beri Hadiah
Ummu hani
Senin, 08 Agustus 2022 - 19:22 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Sudah menjadi fitrah bagi pria dan wanita untuk saling mencintai. Cinta merupakan salah satu anugerah Allah SWT yang diberikan kepada setiap hambanya.
Melalui Rasulullah SAW, umat Islam belajar bagaimana seorang suami berlaku romantis dengan memanjakan istrinya. Melalui sikap ini, Nabi Muhammad SAW mampu mempertahankan rumah tangganya.
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
Baca juga: Romantis, Ini 5 Macam Love Language Rasulullah SAW
Banyak pelajaran yang bisa dipetik umat dari kisah indah rumah tangga Rasulullah dengan sang istri, Khadijah ra dan Aisyah ra. Pelajaran tersebut bahkan masih relevan dengan kondisi rumah tangga saat ini.
Dalam mengekspresikan cintanya, Rasulullah memiliki panggilan sayang untuk istrinya. Kepada Aisyah ra, dia memanggilnya dengan nama indah Humayrah (Si Kemerahan) untuk memuji wajahnya yang berwarna kemerahan.
Rasulullah tidak pernah ragu mengungkapkan isyarat cinta dan kelembutannya. Misalnya, dia akan minum dari tempat yang sama dengan cangkir tempat Aisyah ra meneguk air.
Melalui Rasulullah SAW, umat Islam belajar bagaimana seorang suami berlaku romantis dengan memanjakan istrinya. Melalui sikap ini, Nabi Muhammad SAW mampu mempertahankan rumah tangganya.
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
Baca juga: Romantis, Ini 5 Macam Love Language Rasulullah SAW
Banyak pelajaran yang bisa dipetik umat dari kisah indah rumah tangga Rasulullah dengan sang istri, Khadijah ra dan Aisyah ra. Pelajaran tersebut bahkan masih relevan dengan kondisi rumah tangga saat ini.
Dalam mengekspresikan cintanya, Rasulullah memiliki panggilan sayang untuk istrinya. Kepada Aisyah ra, dia memanggilnya dengan nama indah Humayrah (Si Kemerahan) untuk memuji wajahnya yang berwarna kemerahan.
Rasulullah tidak pernah ragu mengungkapkan isyarat cinta dan kelembutannya. Misalnya, dia akan minum dari tempat yang sama dengan cangkir tempat Aisyah ra meneguk air.