Rektor Muhammadiyah Ungkap Alasan Biaya Kuliah Mahal
Mahmuda attar hussein
Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:00 WIB
Kampus Muhammadiyah. (Foto: Istimewa).
Ada beberapa alasan mahalnya biaya pendidikan di perguruan tinggi. Hal ini tidak terlepas dari pertimbangan daya beli konsumen serta kondisi di lingkungan.
Dari hasil survei, biaya kuliah pada perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh daerah memang terkenal mahal.
Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palembang, Mukhtaruddin Muchsiri mengatakan, dalam menentukan DPP atau uang kuliah, pertimbangannya daya beli masyarakat sekitar.
"Tapi mahalnya biaya ini karena berbagai pertimbangan dan kebijaksanaan. Tentu untuk meningkatkan mutu dan kebutuhan pendidikan itu sendiri," kata Mukhtaruddin dalam keterangannya dikutip Rabu (10/8/2022).
Baca Juga: Muhammadiyah Soroti Stigma Sekolah Negeri Lebih Baik dari Swasta
Menurut Muchsiri, terdapat sebuah tren baru di Sumatera Selatan bahwa sumber pendapatan perkapita saat ini berbasis kebun sawit.
Dalam perkembangannya dengan adanya komposisi inti dan plasma dapat menambah income yang sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya di daerah perkebunan sawit.
Dari hasil survei, biaya kuliah pada perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh daerah memang terkenal mahal.
Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palembang, Mukhtaruddin Muchsiri mengatakan, dalam menentukan DPP atau uang kuliah, pertimbangannya daya beli masyarakat sekitar.
"Tapi mahalnya biaya ini karena berbagai pertimbangan dan kebijaksanaan. Tentu untuk meningkatkan mutu dan kebutuhan pendidikan itu sendiri," kata Mukhtaruddin dalam keterangannya dikutip Rabu (10/8/2022).
Baca Juga: Muhammadiyah Soroti Stigma Sekolah Negeri Lebih Baik dari Swasta
Menurut Muchsiri, terdapat sebuah tren baru di Sumatera Selatan bahwa sumber pendapatan perkapita saat ini berbasis kebun sawit.
Dalam perkembangannya dengan adanya komposisi inti dan plasma dapat menambah income yang sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya di daerah perkebunan sawit.