home global news

Menyatukan Kenegaraan dan Keagamaan, Kunci Persatuan Indonesia

Jum'at, 12 Agustus 2022 - 14:00 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Para pendiri bangsa sudah sepakat menggabungkan antara keagamaan dan kenegaraan dalam kehidupan berbangsa. Penyatuan dua poin tersebut menjadi kunci utama terciptanya persatuan di Indonesia.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis), Dr KH Jeje Zaenuddin, menyebut dikotomi yang memisahkan antara kaum nasionalis dan Islamis harus dihapuskan. Masyarakat Indonesia harus merdeka dari dikotomi semacam itu. Lalu, mulai mengintegrasikan kembali keutuhan beragama dan bernegara.

Keutuhan beragama, dalam konteks Islam, dibangun dengan kembali kepada AL-Qur’an dan Hadits. Sementaran keutuhan bernegara bisa dibangun dengan kembali kepada konstitusi yakni UUD 1945 dan Pancasila.



Baca Juga: PERSIS: Perpecahan Umat Islam di Indonesia Merupakan Warisan Penjajah



“Sejak awal, urusan keagamaan dan berkebangsaan itu sudah disinkronkan. Sudah disepakati. Kalau tidak disepakati, pasti tidak bakal jadi Indonesia ini. Jadinya indonesia ini karena kesepakatan, kita bukan negara Islam, tapi kita negara yang mengsinkronkan, mengharmoniskan kepentingan agama dengan kepentingan negara,” kata Ustadz Jeje kepada LANGIT7.ID, di Jakarta Timur, Kamis (11/8/2022).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
persis kebangsaan hari kemerdekaan indonesia jeje zaenudin hut 77 ri
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya