Stok Pertalite Mulai Menipis, Puan Minta Pemerintah Batasi BBM Bersubsidi
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 23:05 WIB
Ilustrasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina. (Foto: Langit7.id/iStock)
Ketua DPR RI, Puan Maharani mengingatkan kepada pemerintah untuk bersiap diri menghadapi krisis Pertalite. Bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini dianggap sudah membebani APBN dan perlu rancangan cadangan (contingency plan) dalam penyalurannya.
Dikatakan Puan, konsumsi Pertalite sudah mendekati batas kuota subsidi yang ditetapkan pemerintah, yaitu 23,05 juta kiloliter (KL). Cadangan yang ada diperkirakan hanya bisa disalurkan hingga September 2022.
Baca Juga:Cegah Kelangkaan BBM, Ekonom UGM Usul Naikkan Harga Pertalite
Hingga Juli lalu, konsumsi Pertalite sudah mencapai 16,8 juta KL. "DPR berharap pemerintah bergerak cepat menyiapkan contingency plan saat kuota pertalite benar-benar kritis," kata Puan dalam keterangan persnya, dikutip Sabtu (13/8/2022).
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menuturkan tingginya konsumsi Pertalite terjadi akibat BBM jenis Premium ditiadakan. Untuk itu, contingency plan perlu dibarengi dengan penambahan anggaran subsidi BBM bagi rakyat yang memang sangat membutuhkan.
"Apalagi di sejumlah daerah sudah terjadi kelangkaan pertalite dan menyulitkan masyarakat. Tentunya ini memberatkan masyarakat kecil, terutama yang mata pencahariannya sangat bergantung pada BBM jenis Pertalite. Perlu ada langkah extra ordinary untuk mengatasi krisis Pertalite," ujar Puan.
Baca Juga:Keluhan Driver Ojol: Pertalite Langka, Beli Pertamax Mahal
Dikatakan Puan, konsumsi Pertalite sudah mendekati batas kuota subsidi yang ditetapkan pemerintah, yaitu 23,05 juta kiloliter (KL). Cadangan yang ada diperkirakan hanya bisa disalurkan hingga September 2022.
Baca Juga:Cegah Kelangkaan BBM, Ekonom UGM Usul Naikkan Harga Pertalite
Hingga Juli lalu, konsumsi Pertalite sudah mencapai 16,8 juta KL. "DPR berharap pemerintah bergerak cepat menyiapkan contingency plan saat kuota pertalite benar-benar kritis," kata Puan dalam keterangan persnya, dikutip Sabtu (13/8/2022).
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menuturkan tingginya konsumsi Pertalite terjadi akibat BBM jenis Premium ditiadakan. Untuk itu, contingency plan perlu dibarengi dengan penambahan anggaran subsidi BBM bagi rakyat yang memang sangat membutuhkan.
"Apalagi di sejumlah daerah sudah terjadi kelangkaan pertalite dan menyulitkan masyarakat. Tentunya ini memberatkan masyarakat kecil, terutama yang mata pencahariannya sangat bergantung pada BBM jenis Pertalite. Perlu ada langkah extra ordinary untuk mengatasi krisis Pertalite," ujar Puan.
Baca Juga:Keluhan Driver Ojol: Pertalite Langka, Beli Pertamax Mahal