LANGIT7.ID, Jakarta - Naiknya harga
Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat masyarakat termasuk
driver ojek
online (ojol) beralih ke Pertalite. Transisi ini kemudian menyebabkan Pertalite menjadi langka di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Salah seorang
driver ojol di wilayah Tanjung Barat, Rizky, mengatakan kenaikkan harga BBM berdampak signifikan. Dia mengeluhkan antrean panjang hingga tak mendapatkan Pertalite di SPBU.
Baca Juga: Kenaikan Tarif Ojol, Driver: Penghasilan Tambah, tapi..."Kenaikkan harga BBM cukup menyiksa karena semua orang beralih ke
Pertalite. Saya mengantre sangat panjang, ini buang waktu yang harusnya kita bisa cari dan dapat orderan. Mau beli Pertamax mahal," ucap Rizky kepada Langit7.id, Rabu (10/8/2022).
Pahitnya, Rizky pernah merasakan antre lama lalu Pertalite habis. "Ini buat saya emosi jujur saja. Saya sudah antre lama, puluhan motor itu antre Pertalite. Saat saya sudah sampai depan (antrean) justru habis. Terpaksa beli Pertamax," kata Rizky.
Driver ojol lainnya, Handi, menuturkan dirinya tetap membeli
Pertamax meski mahal. "Kalau saya demi menjaga kesehatan dari motor juga. Soalnya kalau Ron BBM rendah kan pengaruh sama performa," ucap Handi.
Baca Juga: Jelang Hari Kemerdekaan, Tarif Ojol Naik per 14 AgustusHandi berharap ada perhatian khusus dari pemerintah mengenai harga BBM. Hal tersebut supaya tidak memberatkan masyarakat, terutama
driver ojol.
"Kasihan para
driver seperti saya. Harga mahal berpengaruh pada pendapatan dan pengeluaran yang harusnya bisa kita pakai untuk kasih keluarga dan makan. Semoga pemerintah bisa mengatasi ini semua," tutur Handi.
Baca Juga:
Subsidi BBM Indonesia Capai Rp520 Triliun, Jokowi: Negara Lain Tak Akan Sanggup
Solar Tembus Rp23 Ribu, 2 Juta Nelayan Berpotensi Menganggur(asf)