home global news

Isu Harga Mi Instan Melonjak, Ini Pesan Kementan

Ahad, 14 Agustus 2022 - 07:31 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Harga gandum dunia masih tinggi akibat konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Menurut data Trading Economics, rata-rata harga gandum dunia mencapai USD780,4 per gantang.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri meminta masyarakat dan pelaku industri pangan untuk terus waspada terhadap potensi krisis pangan global.

“Perang Rusia-Ukraina juga sangat memengaruhi pasokan gandum untuk kebutuhan global. Menurut laporan FAO, sekitar 50 negara menggantungkan sekitar 30 persen impor gandumnya dari Rusia dan Ukraina,” kata Kuntoro baru-baru ini.

Baca Juga:Gandum Mahal, Harga Mi Instan Berpotensi Naik Tiga Kali Lipat

Perang Rusia-Ukraina, perubahan iklim, dan pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai, menyebabkan adanya tren di negara-negara sentra produksi pangan melakukan restriksi ekspor ke negara-negara lain.

Sepanjang Juni 2022, International Food Policy Research Institute (IFPRI) menyebut ada berbagai kebijakan restriksi ekspor di beberapa negara, baik berupa pelarangan, izin, dan atau pajak ekspor.

Salah satu komoditas dibatasi adalah gandum. Sejumlah negara penghasil gandum, seperti Rusia, India, Serbia, Mesir, Afghanistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Kosovo, mengeluarkan kebijakan retriksi. Langkah ini diambil untuk tetap menjaga stabilitas pangan di negara mereka masing-masing.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kementan olahan singkong konflik rusia-ukraina mi goreng mi instan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya