Waspada, Malware Trojan Serang Android Lewat Media Sosial
Ajeng ritzki
Selasa, 10 Agustus 2021 - 22:15 WIB
Ilustrasi malware trojan Foto: Langit7.id/Istock
Satu malware baru mengancam pengguna smartphone berbasis Android. Penyusup digital disebut New Android Trojan itu telah menyebar ke sejumlah negara.
Malware baru tersebut, mengutip ZD Net pada Selasa (10/8/2021), pertama kali diidentifikasi oleh perusahaan keamanan siber, Zimperium. Periset dari perusahaan tersebut melabeli malware dengan julukan FlyTrap.
Menurut temuan Zimperium, FlyTrap telah tersebar sejak Maret tahun ini melalui peretasan media. Kini malware tersebut telah menarget 10 ribu korban dari 144 negara.
Modus FlyTrap sejauh ini paling sering menyusup lewat Facebook . Melalui media sosial itu, FlyTrap menginfeksi peranti Android lantas diam-diam mengumpulkan data seperti identitas akun Facebook, lokasi pemilik, alamat email dan beragam informasi lain.
Setelah menginfeksi, malware akan memperbanyak diri lewat pesan pribadi ke sejumlah pengguna lain. Pesan tersebut berisi tautan Trojan yang siap menjebak pengguna lain.
Peretas membekali malware tersebut dengan teknik "JavaScript Injection". Teknik ini memungkinkan mereka melakukan ekstrasi sejumlah informasi penting seperti detail akun pengguna, lokasi dan cookies.
Zimperium mengingatkan bahwa FlyTrap hanyalah salah satu malware yang masih tersebar hingga kini. Itu berarti masih ada malware lain yang mengintai data pribadi lain tak kalah penting, seperti informasi perbankan dan informasi perusahaan.
Malware baru tersebut, mengutip ZD Net pada Selasa (10/8/2021), pertama kali diidentifikasi oleh perusahaan keamanan siber, Zimperium. Periset dari perusahaan tersebut melabeli malware dengan julukan FlyTrap.
Menurut temuan Zimperium, FlyTrap telah tersebar sejak Maret tahun ini melalui peretasan media. Kini malware tersebut telah menarget 10 ribu korban dari 144 negara.
Modus FlyTrap sejauh ini paling sering menyusup lewat Facebook . Melalui media sosial itu, FlyTrap menginfeksi peranti Android lantas diam-diam mengumpulkan data seperti identitas akun Facebook, lokasi pemilik, alamat email dan beragam informasi lain.
Setelah menginfeksi, malware akan memperbanyak diri lewat pesan pribadi ke sejumlah pengguna lain. Pesan tersebut berisi tautan Trojan yang siap menjebak pengguna lain.
Peretas membekali malware tersebut dengan teknik "JavaScript Injection". Teknik ini memungkinkan mereka melakukan ekstrasi sejumlah informasi penting seperti detail akun pengguna, lokasi dan cookies.
Zimperium mengingatkan bahwa FlyTrap hanyalah salah satu malware yang masih tersebar hingga kini. Itu berarti masih ada malware lain yang mengintai data pribadi lain tak kalah penting, seperti informasi perbankan dan informasi perusahaan.
(arp)