Samsudin Jadab Belajar Pengobatan dari Kitab Sihir?
Fajar adhitya
Selasa, 16 Agustus 2022 - 05:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Samsudin Jadab mengaku mempelajari pengobatan alternatif melalui sejumlah kitab. Dia mengklaim dapat menyembuhkan penyakit dengan metode dan doa-doa di antaranya yang tercantum dalam kitab Syamsul Ma’arif Kubro dan Al-Aufaq.
“Ada kitabnya, kalau kita di pesantren itu ada kitab Syamsul Ma’arif Kubro, ada kitab Al-Aufaq, di situ menerangkan bagaimana cara mendoakan sesorang,” kata Samsudin Jadab dalam podcast dr. Richard Lee dilihat Ahad (14/8/2022).
Kitab Syamsul Ma’arif dan Al-Aufaq adalah buku yang populer dalam praktik paranormal atau mereka yang bersentuhan dengan ilmu hikmah. Kitab Syamsul Ma’arif dikarang oleh Ahmad Al-Buni, selain itu ia juga mengarang kitab Manba' Ushul Al-Hikmah.
Baca juga:Fatwa MUI: Praktik Dukun Haram, Membawa ke Kemusyrikan
Adapun Al-Aufaq sering dinisbatkan kepada Imam Al-Ghazali berdasar keterangan penulisnya, Al-Buni. Kitab ini memuat berbagai macam wifiq, azimat, rajah maupun doa-doa ampuh.
Pakar rukiyah syar’iyah, Ustadz Muhammad Faizar menyangsikan Al-Aufaq dikarang Imam Al-Ghazali. Sebab Imam Al-Ghazali telah wafat lebih dulu sebelum Al-Buni lahir pada 521 Hijriah.
Menurut Ustadz Muhammad Faizar, ketiga kitab tersebut cenderung kepada pembelajaran ilmu-ilmu sihir dibanding ilmu hikmah berdasar Al-Qur'an dan hadits. Ustadz Faizar mengikuti pendapat ulama yang mengharamkannya seperti pendapat Syaikh Al-Qarafi dan ulama nusantara Syaikh Fadhol As-Senori At-Tubani.
“Ada kitabnya, kalau kita di pesantren itu ada kitab Syamsul Ma’arif Kubro, ada kitab Al-Aufaq, di situ menerangkan bagaimana cara mendoakan sesorang,” kata Samsudin Jadab dalam podcast dr. Richard Lee dilihat Ahad (14/8/2022).
Kitab Syamsul Ma’arif dan Al-Aufaq adalah buku yang populer dalam praktik paranormal atau mereka yang bersentuhan dengan ilmu hikmah. Kitab Syamsul Ma’arif dikarang oleh Ahmad Al-Buni, selain itu ia juga mengarang kitab Manba' Ushul Al-Hikmah.
Baca juga:Fatwa MUI: Praktik Dukun Haram, Membawa ke Kemusyrikan
Adapun Al-Aufaq sering dinisbatkan kepada Imam Al-Ghazali berdasar keterangan penulisnya, Al-Buni. Kitab ini memuat berbagai macam wifiq, azimat, rajah maupun doa-doa ampuh.
Pakar rukiyah syar’iyah, Ustadz Muhammad Faizar menyangsikan Al-Aufaq dikarang Imam Al-Ghazali. Sebab Imam Al-Ghazali telah wafat lebih dulu sebelum Al-Buni lahir pada 521 Hijriah.
Menurut Ustadz Muhammad Faizar, ketiga kitab tersebut cenderung kepada pembelajaran ilmu-ilmu sihir dibanding ilmu hikmah berdasar Al-Qur'an dan hadits. Ustadz Faizar mengikuti pendapat ulama yang mengharamkannya seperti pendapat Syaikh Al-Qarafi dan ulama nusantara Syaikh Fadhol As-Senori At-Tubani.