UBN: Kemerdekaan Tidak Bisa Lepas dari Peran Ulama dan Santri
Andi Muhammad
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:00 WIB
Menurut UBN, memasuki abad ke-20, para ulama mulai membuat gerakan terstruktur dengan mendirikan organisasi. Foto: Tim AQL.
AQL Islamic Center menyambut HUT RI ke-77 dengan khataman Qur’an di AQL Islamic School, Purwakarta, Jawa Barat. Khataman Qur’an diikuti seluruh jamaah AQL beserta unit-unit AQL.
Program khataman dimulai sejak Selasa, 16 Agustus 2022. Setiap unit menghatamkan 30 juz sebelum berangkat ke lokasi acara pengibaran bendera Merah Putih. Misal Spirit of Aqsa (SoA) yang menyemarakkan khataman Qur’an di tengah perjalanan.
Sekitar 30 relawan SoA dalam satu bus bergantian membaca satu juz. Berangkat sekira pukul 03.00 WIB, relawan tiba pas adzan berkumandang di langit-langit AQLIS. Khataman lalu dilanjutkan bersama Pimpinan AQL Islamic Center, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), saat mengisi Kuliah Semangat Pagi (KSP).
UBN menilai, khataman Qur’an merupakan salah satu cara meraih keberkahan untuk bangsa Indonesia. Program itu sekaligus cara anak-anak bangsa menghormati jasa-jasa para pahlawan.
Baca Juga:Sambut HUT RI ke-77, AQL Bakal Gelar Khatam Quran Kemerdekaan
"Kemerdekaan tidak bisa lepas dari jasa-jasa para ulama dan santri. Selain jadi guru ngaji, para ulama merangkap jadi pemimpin perlawanan terhadap kolonialisme, terutama Belanda yang menjajah Nusantara 300 tahun lebih," kata UBN dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (18/8/2022).
Sejarah mencatat Kyai Ageng Muhammad Besar pendiri Pondok Pesantren Tegalsari yang melahirkan banyak ulama sekaligus geriliyawan. Di tangan ulama besar ini lahir tokoh-tokoh kenamaan seperti Pangeran Diponegoro hingga HOS Tjokroaminoto.
Program khataman dimulai sejak Selasa, 16 Agustus 2022. Setiap unit menghatamkan 30 juz sebelum berangkat ke lokasi acara pengibaran bendera Merah Putih. Misal Spirit of Aqsa (SoA) yang menyemarakkan khataman Qur’an di tengah perjalanan.
Sekitar 30 relawan SoA dalam satu bus bergantian membaca satu juz. Berangkat sekira pukul 03.00 WIB, relawan tiba pas adzan berkumandang di langit-langit AQLIS. Khataman lalu dilanjutkan bersama Pimpinan AQL Islamic Center, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), saat mengisi Kuliah Semangat Pagi (KSP).
UBN menilai, khataman Qur’an merupakan salah satu cara meraih keberkahan untuk bangsa Indonesia. Program itu sekaligus cara anak-anak bangsa menghormati jasa-jasa para pahlawan.
Baca Juga:Sambut HUT RI ke-77, AQL Bakal Gelar Khatam Quran Kemerdekaan
"Kemerdekaan tidak bisa lepas dari jasa-jasa para ulama dan santri. Selain jadi guru ngaji, para ulama merangkap jadi pemimpin perlawanan terhadap kolonialisme, terutama Belanda yang menjajah Nusantara 300 tahun lebih," kata UBN dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (18/8/2022).
Sejarah mencatat Kyai Ageng Muhammad Besar pendiri Pondok Pesantren Tegalsari yang melahirkan banyak ulama sekaligus geriliyawan. Di tangan ulama besar ini lahir tokoh-tokoh kenamaan seperti Pangeran Diponegoro hingga HOS Tjokroaminoto.