Pemerintah Alokasikan Dana PEN Rp193,93 Triliun Pulihkan Ekonomi
Mahmuda attar hussein
Rabu, 11 Agustus 2021 - 11:35 WIB
Ilustrasi dana PEN untuk atasi pandemi Covid-19.Foto: Langit7/Istock
Pemerintah mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 dengan berbagai kebijakan. Salah satunnya, mempersiapkan APBN untuk memberikan bantuan kepada masyarakat rentan terdampak dan memulihkan usaha. Pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 diharapakan berjalan saling mendukung.
Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang semula dianggarkan Rp193,93 tirilun naik menjadi Rp214,95 triliun. Penambahan anggaran ini digunakan untuk klaim perawatan pasien, insentif tenaga kesehatan, penyediaan obat Covid-19 untuk pasien yang melakukan isolasi mandiri, vaksinasi, penambahan suplai oksigen, hingga membantu rumah sakit darurat.
Pemerintah juga menyiapkan fasilitas isolasi terpusat, melalui pemanfaatan gedung, wisma atlet, asrama haji, balai diklat, sekolah dan rusun yang ada di daerah.
Baca juga:Anggota DPR Khawatir Ada Pejabat yang Tidak Percaya Covid-19
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan,secara nasional tren kasus konfirmasi harian selama Agustus 2021 mulai mengalami penurunan sebesar 16,19 persen. Termasuk di seluruh provinsi di Pulau Jawa, tetapi untuk Bali masih mengalami kenaikan kasus 1,95 persen.
Sementara di luar Jawa-Bali, terdapat 10 provinsi yang mengalami tren penurunan. Total kasus aktif di luar Jawa-Bali masih mengalami sedikit peningkatan dibandingkan 1 Agustus 2021, sebesar 1,23 persen menjadi 209.337 kasus aktif per 9 Agustus 2021.
“Tren kasus konfirmasi harian secara nasional mengalami kenaikan tajam sejak awal Juni hingga akhir Juli lalu, termasuk testing, kematian dan rawat inap, tapi Agustus ini mulai mengalami penurunan,” katanya melalui keterangan resmi.
Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang semula dianggarkan Rp193,93 tirilun naik menjadi Rp214,95 triliun. Penambahan anggaran ini digunakan untuk klaim perawatan pasien, insentif tenaga kesehatan, penyediaan obat Covid-19 untuk pasien yang melakukan isolasi mandiri, vaksinasi, penambahan suplai oksigen, hingga membantu rumah sakit darurat.
Pemerintah juga menyiapkan fasilitas isolasi terpusat, melalui pemanfaatan gedung, wisma atlet, asrama haji, balai diklat, sekolah dan rusun yang ada di daerah.
Baca juga:Anggota DPR Khawatir Ada Pejabat yang Tidak Percaya Covid-19
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan,secara nasional tren kasus konfirmasi harian selama Agustus 2021 mulai mengalami penurunan sebesar 16,19 persen. Termasuk di seluruh provinsi di Pulau Jawa, tetapi untuk Bali masih mengalami kenaikan kasus 1,95 persen.
Sementara di luar Jawa-Bali, terdapat 10 provinsi yang mengalami tren penurunan. Total kasus aktif di luar Jawa-Bali masih mengalami sedikit peningkatan dibandingkan 1 Agustus 2021, sebesar 1,23 persen menjadi 209.337 kasus aktif per 9 Agustus 2021.
“Tren kasus konfirmasi harian secara nasional mengalami kenaikan tajam sejak awal Juni hingga akhir Juli lalu, termasuk testing, kematian dan rawat inap, tapi Agustus ini mulai mengalami penurunan,” katanya melalui keterangan resmi.