Dukung Industri Halal, Ustadz Yusuf Martak: Jangan Alergi Syariah
Mahmuda attar hussein
Ahad, 21 Agustus 2022 - 15:10 WIB
Restoran Larazeta. (Foto: Istimewa).
Pengusaha sekaligus ulama, Ustadz Yusuf Martak, mendukung pertumbuhan industri halal Indonesia yang mengedepankan prinsip syariah dalam bermuamalah.
"Masyarakat tidak perlu takut atau alergi dengan indsutri halal atau syariah. Apalagi sudah banyak hal syariah yang diterapkan di Indonesia, seperti bank syariah," kata dia saat ditemui Langit7, Jumat (19/8/2022).
Menurut Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) ini, industri halal, khususnya dalam sektor makanan akan mengedepankan prinsip kebaikan. Di antaranya seperti menyajikan menu makanan higienis, halal, dan lebih mengedepankan nilai kemanusiaan.
Hal itu pula yang dia upayakan untuk diterapkan pada restorannya, Larazeta Restaurant and Gallery. Bahkan, sampai-sampai dia juga menenkankan kepada karyawannya untuk tetap mengedepankan ibadah.
Baca Juga: Larazeta, Restoran Timur Tengah yang Cocok dengan Lidah Lokal
"Kultur di sini sudah terbentuk dan ibadah karyawan sudah otomatis. Bahkan, sudah kita titikberatkan karyawan yang tidak salat kita tegur," katanya.
Dia menjelaskan, bahwa berbisnis bukan hanya memikirkan soal keuntungan semata. Namun, juga perlu memikirkan nilai manfaat yang bisa didapatkan orang banyak.
"Masyarakat tidak perlu takut atau alergi dengan indsutri halal atau syariah. Apalagi sudah banyak hal syariah yang diterapkan di Indonesia, seperti bank syariah," kata dia saat ditemui Langit7, Jumat (19/8/2022).
Menurut Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) ini, industri halal, khususnya dalam sektor makanan akan mengedepankan prinsip kebaikan. Di antaranya seperti menyajikan menu makanan higienis, halal, dan lebih mengedepankan nilai kemanusiaan.
Hal itu pula yang dia upayakan untuk diterapkan pada restorannya, Larazeta Restaurant and Gallery. Bahkan, sampai-sampai dia juga menenkankan kepada karyawannya untuk tetap mengedepankan ibadah.
Baca Juga: Larazeta, Restoran Timur Tengah yang Cocok dengan Lidah Lokal
"Kultur di sini sudah terbentuk dan ibadah karyawan sudah otomatis. Bahkan, sudah kita titikberatkan karyawan yang tidak salat kita tegur," katanya.
Dia menjelaskan, bahwa berbisnis bukan hanya memikirkan soal keuntungan semata. Namun, juga perlu memikirkan nilai manfaat yang bisa didapatkan orang banyak.