home edukasi & pesantren

Prof Abdul Mu'ti: Keluarga Pilar Penting Masa Depan Bangsa

Rabu, 11 Agustus 2021 - 15:49 WIB
ilustrasi keluarga muda (foto: langit7.id/istock)
Ketahanan keluarga dan pendidikan berkualitas untuk anak berusia dini sangat berpengaruh pada ketahanan bangsa dan negara di masa depan. Indonesia diprediksi mengalami bonus demografi pada 2030-2040 mendatang. Bonus demografi seperti dua mata pisau. Ia akan menjadi bencana jika tidak dikelola dengan baik.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti, mengungkapkan dua hal penting agar bonus demografi berbuah berkah bagi bangsa dan negara. Dua poin itu yakni perhatian pada anak usia dan dini dan ketahanan keluarga.

Jika berbicara mengenai Sustainable Development Goals (SDGs), kata Mu’ti, terdapat perhatian penting terkait keluarga dan pendidikan anak usia dini. Para ahli psikolog sering menyebut hal itu sebagai the golden age (usia emas) dalam membangun kekuatan bangsa.

“Di kalangan psikolog behavioristik misalnya, mereka menyebut kalau ingin membangun suatu bangsa yang unggul, memang harus menyiapkan generasi di bawah lima tahun,” kata Mu’ti, dikutip laman resmi Muhammadiyah, Rabu (11/8/2021).

Menurut Mu’ti, kehidupan anak usia dini perlu diberikan perhatian lebih baik dari sisi psikologis, lingkungan, hingga jaminan gizi. Ini agar mereka tumbuh ideal menjadi generasi yang kuat dan matang.

Namun sebaliknya, masa kecil penuh penderitaan atau kekerasan merupakan penyebab utama hilangnya satu generasi atau lost generation. Hal itu sudah bisa dideteksi pada saat ini, terkait kehadiran negara dalam menyediakan pendidikan layak dan peran keluarga dalam mendidik anak mereka.

Pendidikan anak usia dini tersebut sangat berkaitan dengan ketahanan keluarga. Maka itu, dua hal tersebut menjadi syarat menjadikan bonus demografi sebagai berkah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
parenting muslim muhammadiyah manajemen keluarga
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya