Banyak hal yang harus diperhitungkan dalam mengelola keuangan keluarga. Salah perhitungan maka dapat berdampak pada kehidupan keluarga. Namun bagaimana mengatur keuangan saat sebuah keluarga memiliki utang?
Seorang muslim harus berbaik sangka kepada Allah SWT, termasuk saat diberikan ujian ada anggota keluarganya yang sakit. Sebab bisa jadi tanda keberkahan.
Keluarga merupakan modal pendidikan bagi anak dalam proses tumbuh kembangnya. Sebab memberi ruang gerak anak untuk berekspresi dalam hal-hal berfaedah sangat penting.
Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), Adian Husaini, mengatakan, pendidikan keluarga sangat penting dan mendesak saat ini. Ini menyusul isu childfree yang marak menjadi perbincangan masyarakat.
Setiap rumah tangga pasti akan menghadapi masalah. Nah salah satu referensi terbaik umat Islam dalam menghadapi masalah keluarga adalah teladan dari keluarga Nabi Ibrahim AS.
Peneliti senior Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Henri Shalahuddin, menjelaskan, childfree adalah produk generasi pendek akal, orang yang tak punya cita-cita, dan anti masa depan. Istilah childfree populer setelah ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Muti, mengungkapkan dua hal penting agar bonus demografi berbuah berkah bagi bangsa dan negara. Dua poin itu yakni perhatian pada anak usia dan dini dan ketahanan keluarga.
Pakar Parenting Ustadz Muhammad Fauzil Adhim mengatakan saat ini banyak orang tua salah menilai makna lingkungan yang sesungguhnya, yang memberi dampak pada tumbuh kembang anak.
Pakar Parenting Ustadz Fauzi Adhim menekankan bahwa pandemi dalah momen menata kembali kualitas keluarga. Ia merupakan bekal awal untuk menata pendidikan anak.
Guru Besar IPB Bidang Ketahanan dan pemberdayaan Keluarga Prof Euis Sunarti menawarkan solusi untuk menangani permasalahan keluarga rentan di tengah pandemi Covid-19.
Salah satu hikmah besar dari pandemi adalah mengembalikan fungsi keluarga sebagai madrasah utama bagi anak-anak. Untuk itu, diperlukan kecakapan dalam mendidik anak, sekaligus memperhatikan aspek kesehatan mental.
Sebagian masyarakat Indonesia masih memiliki pola pikir satu arah dalam mendidik anak saat mereka harus belajar daring di tengah pandemi. Dimana semata-mata mengandalkan guru di sekolah yang bertatap muka dengan anak melalui layar gadget.