LANGIT7.ID - Mengarungi bahtera rumah tangga akan selalu diliputi dengan berbagai tantangan, ujian dan cobaan. Khususnya bagi pengantin muda yang baru saja menapaki 10 tahun usia perkawinan. Menurut sebagian orang, di masa-masa ini akan merasakan hal-hal yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.
Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia memberikan banyak penjelasan dan kisah-kisah dari keluarga para Nabi terdahulu tentang keberadaan keluarga.
Setidaknya ada empat model keluarga dalam Al-Qur'an yang dapat menambah khazanah keilmuan dan memberikan hikmah bagi siapapun yang membacanya.
Bila dibandingkan dengan kondisi saat ini, apa yang dialami oleh sebuah tatanan keluarga mungkin mengalami kemiripan dengan kisah-kisah dalam Al-Qur'an.
Karena itu, dalam ayat terakhir surat Yusuf ayat 111, Allah berfirman:
لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
"Laqad kāna fī qaṣaṣihim 'ibratul li`ulil-albāb, mā kāna ḥadīṡay yuftarā wa lākin taṣdīqallażī baina yadaihi wa tafṣīla kulli syai`iw wa hudaw wa raḥmatal liqaumiy yu`minụn."
"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (QS. Yusuf: 111).
Berikut empat model keluarga yang Allah SWT terangkan dalam Al-Qur'an, untuk jadi pelajaran bagi orang-orang beriman.
1. Keluarga Nabi Ibrahim ASKeluarga ini adalah keluarga ideal. Dimana suami menjadi pemimpin rumah tangga dan istri taat karena Allah. Hal itu karena keduanya beriman. Dan ia termasuk kategori suami, istri dan anak beriman dan semuanya masuk surga.
Inspirasi dari ibrahim tidak hanya menjaga keimanan istri dan anaknya saja. Tapi ia berdoa kepada Allah agar dijaga keimanan hingga anak cucu dan keturunannya. Sebagaimana tertulis dalam ayat:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. [QS. Ibrahim: 40-41]."
2. Keluarga Nabi AS dan Nabi Luth ASModel keluarga ini memang tidak ideal. Namun ia menunjukkan kepada kita bahwa hidayah adalah hak prerogatif Allah SWT. Meski suami telah berusaha keras mengajak istri beriman, namun istri tak menyambut ajakan tersebut. Model keluarga ini termasuk dalam keluarga yang suami masuk surga, istri masuk neraka. Tertuang dalam ayat berikut:
ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا
“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing)” (QS. At Tahrim 10)."
3. Keluarga Fir'aunKategori keluarga seperti ini lebih buruk lagi. Dimana suami gagal menjalankan perannya untuk pemimpin rumah tangga yang beriman. Meski begitu kita tahu bahwa istri Fir'aun bisa mempertahankan keimanannya. Keluarga ini memberi pelajaran kepada kita bahwa sebelum menjadi pemimpin rumah tangga, harus bisa memimpin diri sendiri. Terutama untuk beriman dan taat kepada Allah SWT.
Keluarga Fir'aun ini masuk dalam kategori istri masuk surga dan suami masuk. Termaktub dalam ayat berikut:
وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱمْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
"Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu di surga, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim. (At-Tahrim 66:11)."
4. Keluarga Abu JahalModel keluarga terakhir ini adalah yang terburuk dari keluarga yang ada. Sebab antara suami istri justru berkolaborasi dalam kemaksiatan dan kekufuran terhadap Allah SWT. Maka Allah SWT mengabadikan keluarga ini dalam Al-Qur'an agar jadi pelajaran untuk tidak dicontoh oleh siapapun orang beriman.
تَبَّتْ يَدَاۤ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ مَاۤ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَ سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَّامْرَاَ تُهٗ ۗ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!” “Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.” “Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).” “Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).” (al-Lahab : 1-4)."
(jqf)