LANGIT7.ID, Jakarta - Guru Besar IPB Bidang Ketahanan dan pemberdayaan Keluarga Prof Euis Sunarti menawarkan solusi untuk menangani permasalahan keluarga rentan di tengah pandemi Covid-19. Dia menyebut pandemi memperluas kerentanan keluarga dan potensi krisis, terutama dari segi ekonomi.
Maka hal utama yang harus diperhatikan adalah upaya membantu para keluarga rentan tersebut. Dia mengkategorikan keluarga pada masa pandemi dalam empat kelompok. Ada keluarga yang tidak terganggu sama sekali karena memiliki sumber daya yang kuat. Ada keluarga yang terganggu, tapi sangat bias terkendali bahkan bisa berkontribusi.
Kemudian, ada keluarga yang terganggu dan mampu bertahan. Kemudian, ada keluarga yang terganggu dan sangat terguncang dengan pandemi Covid-19. Kelompok keempat inilah yang harus mendapat perhatian lebih.
“Kita tidak bisa menutup mata, prosentase keluarga nomer empat itu cukup tinggi. Terlihat dari banyaknya keluarga yang miskin, keluarga yang belum sejahtera, ini kemudian harus dibantu oleh keluarga yang memiliki kemampuan,” kata Prog Euis dalam webinar yang ditayangkan melalui akun Youtube AQL Islamic Center, dikutip Sabtu (31/7/2021).
Berdasarkan fakta lapangan, kata dia, keluarga yang berada di lingkungan sosial yang baik tidak akan mengalami keterpurukan panjang. Misalnya di lingkungan mereka tinggal terdapat Lembaga sosial atau pun pengurus masjid yang aktif membantu keluarga rentan Covid-19. Pada kondisi terpuruk pun mereka akan terbantu.
“Tapi keluarga yang tinggal di lingkungan sosial tidak baik, ini akan menjadi persoalan. Ini sebagai gambaran bahwa sebetulnya kecemasan di tengah masyarakat itu ada,” ucap Prof Euis.
Prof Euis mengatakan dalam upaya menangani permasalahan keluarga rentan itu diperlukan Lembaga sosial yang bertindak sebagai penghubung. Lembaga tersebut bertugas menghubungkan keluarga sumber daya kuat dengan keluarga rentan. Dengan begitu, keluarga rentan bisa terbantu dan melewati masa pandemi tanpa rasa sedih. “Kemudian harus ada lembaga perantara. Lembaga ini bertugas menyalurkan bantuan dari keluarga yang mampu kepada keluarga yang kurang mampu,” ucap Prof Euis.
(jqf)