LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), Adian Husaini, mengatakan, pendidikan keluarga sangat penting dan mendesak saat ini. Ini menyusul isu childfree yang marak menjadi perbincangan masyarakat.
“Pendidikan keluarga menjadi sangat mendesak. Ternyata, di kalangan kaum berpendidikan tinggi, masih begitu banyak yang belum memahami tentang hakikat berumah tangga dan tujuannya,” kata Adian Husaini, Kamis (2/9/2021).
Adian mengaku pernah mengusulkan agar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak diganti menjadi Kementerian Pemberdayaan Keluarga. Hal utama yang perlu diberdayakan adalah kemampuan orang tua menjadi pendidik bagi anak-anaknya. Sebab, anak adalah pewaris kehidupan dan perjuangan orang tua dalam mewujudkan kehidupan lebih baik.
Umat Islam dan pemerintah perlu lebih serius dalam melakukan perbaikan dunia pendidikan. Masalah pendidikan orang tua harus menjadi salah satu prioritas program pendidikan nasional. Program itu berfokus pada mendidik para calon dan para orang tua agar mereka bisa menjadi orang tua dan sekaligus guru yang baik bagi anak-anaknya.
Selain itu, Adian mengingatkan agar pemerintah dan para pelaku pendidikan nasional tidak memberikan gambaran yang salah tentang kehormatan dan kesuksesan bagi seorang perempuan.
Misalnya sukses itu kalau perempuan bekerja di institusi pemerintah atau perusahaan besar dengan gaji tinggi. Demikian juga menjadi ibu rumah tangga dan mendidik anak, dianggap sebagai aktivitas rendahan, yang tidak memerlukan ilmu dan adab yang tinggi.
“Itu jelas tidak betul. Mendidik anak bukan soal mudah. Mendidik anak memerlukan ilmu yang tinggi. Berbagai diskusi tentang childfree yang marak akhir-akhir ini, menjadi indikator, bahwa kondisi rumah tangga-rumah tangga kita sendiri memerlukan perhatian besar. Banyaknya pemuda yang menikah tanpa persiapan ilmu yang memadai, sehingga sangat mengkhawatirkan kehidupan dan kebahagiaan masyarakat kita ke depan,” ucap Adian Husaini.
(jqf)