Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Pentingnya Kolaborasi Keluarga Untuk Pendidikan Anak di Masa Pandemi

Muhajirin Kamis, 29 Juli 2021 - 00:00 WIB
Pentingnya Kolaborasi Keluarga Untuk Pendidikan Anak di Masa Pandemi
Ilustrasi Ayah Ibu dan Anak belajar bersama di rumah (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Sebagian masyarakat Indonesia masih memiliki pola pikir satu arah dalam mendidik anak saat mereka harus belajar daring di tengah pandemi. Dimana semata-mata mengandalkan guru di sekolah yang bertatap muka dengan anak melalui layar gadget.

Hal itu disampaikan oleh Praktisi Pendidikan Keluarga Najeela Shihab dalam sebuah diskusi daring. Padahal menurutnya, orang tua memegang peran penting dalam pendidikan anak di rumah terlebih pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Najeela menekankan bahwa paradigma pembelajaran di rumah selama pandemi tidak hanya soal belajar daring semata. Namun terkait pada kemampuan anak untuk belajar mandiri, mengatur, dan terlibat aktif dalam proses belajar.

Orang tua harus membedakan tujuan belajar anak, memberikan aktivitas pembelajaran yang lebih sinkron, dan interaktif. Orang tua juga harus menjelaskan kepada anak bagian-bagian mana yang bisa dikerjakan sendiri saat mendapat tugas mandiri.

Najeela menjelaskan, saat anak mendapat banyak materi pembelajaran, orang tua harus teliti agar dapat mengatur strategi belajar anak. Orang tua harus melihat terlebih dahulu materi pelajaran, tujuan pembelajaran, serta membedakan strategi belajar, learning, yang paling tepat prosesnya seperti apa dan sebagainya.

Proses tersebut bisa membantu pembelajaran anak-anak lebih santai dan dapat meringankan beban guru, orang tua, maupun anak. “Proses tersebut dapat membantu anak-anak lebih tenang saat belajar dan tidak ada beban lebih untuk guru, orang tua atau muridnya,” kata Najeela melalui diskusi daring, dikutip dari laman resmi NU Online, Rabu (28/7/2021).

Sementara aktivis perempuan asal Ambon Farha Ciciek mengatakan masa pandemi merupakan momentum untuk merefleksikan ulang dan bergerak bersama keluarga. Dia menjabarkan beberapa langkah untuk mencapai tujuan tersebut.

Pertama, menjadikan keluarga sebagai tempat pulang dan berlindung. Kedua, keragaman keluarga niscaya dalam kenyataan sosial, bukan hanya terdiri dari keluarga inti yakni ibu, ayah, dan anak.

Ketiga, pengasuhan tidak hanya urusan perempuan atau ibu semata. Maka pelibatan seluruh anggota keluarga dan pendidikan alternatif bagi anak pada masa pandemi sangat penting, bukan tugas individu semata.

“Para ibu dan perempuan pada masa pandemi memiliki beban ganda dan banyak kekerasan akibat ini, sehingga pengasuhan anak harus menjadi tanggung jawab bersama,” tutur Farha.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan