Rumah Tangga Nabi Teladan Ideal bagi Umat
Fajar adhitya
Senin, 22 Agustus 2022 - 05:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Sejak berniat menikah, sepasang pengantin mendambakan rumah tangga yang sakinah, mawaddan, dan penuh rahmah. Bagi umat Islam, pola hidup Rasulullah adalah sebaik-baik teladan, termasuk dalam urusan rumah tangga.
Dr. Nizar Abazhah, penulis buku Fi Bayt Al-Rasul (Terjemah: Bilik-Bilik Cinta Muhammad, Penerbit Zaman) menjelaskan, rumah tangga Rasulullah tidak dibangun di atas rumah mewah. Namun, setiap aktivitasnya adalah pengejawantahan iman dan Islam.
“Rumah ideal bagi beliau shalallahu alihi wasallam adalah rumah yang penghuninya berdiri kokoh di atas nilai keimanan, moralitas, dan keutamaan,” tulis Dr. Nizar.
Baca juga: Ustadz Taufik Hidayat: Jangan Tunggu Mapan Baru Menikah
Sebelum Islam datang, imperium Romawi, Persia, dan Firaun mencengkeram kuku peradaban di berbagai jazirah Arab. Mereka sibuk membangun gedung dan istana megah yang pada hakikatnya tidak mendatangkan ketenangan.
Kemudian Islam tampil membangun manusia dengan benteng kebenaran, berpinsip kebaikan, dan menebarkan kebahagiaan sejati kepada orang-orang di sekitarnya. Kebahagiaan tersebut di mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
Dr. Nizar mengatakan, setiap sudut rumah tangga Nabi Muhammad terdapat teladan bagi setiap insan, laki-laki maupun perempuan. Mereka yang kaya menemukan contoh kedermawanan, sementara yang miskin mendapat pelipur lara.
Dr. Nizar Abazhah, penulis buku Fi Bayt Al-Rasul (Terjemah: Bilik-Bilik Cinta Muhammad, Penerbit Zaman) menjelaskan, rumah tangga Rasulullah tidak dibangun di atas rumah mewah. Namun, setiap aktivitasnya adalah pengejawantahan iman dan Islam.
“Rumah ideal bagi beliau shalallahu alihi wasallam adalah rumah yang penghuninya berdiri kokoh di atas nilai keimanan, moralitas, dan keutamaan,” tulis Dr. Nizar.
Baca juga: Ustadz Taufik Hidayat: Jangan Tunggu Mapan Baru Menikah
Sebelum Islam datang, imperium Romawi, Persia, dan Firaun mencengkeram kuku peradaban di berbagai jazirah Arab. Mereka sibuk membangun gedung dan istana megah yang pada hakikatnya tidak mendatangkan ketenangan.
Kemudian Islam tampil membangun manusia dengan benteng kebenaran, berpinsip kebaikan, dan menebarkan kebahagiaan sejati kepada orang-orang di sekitarnya. Kebahagiaan tersebut di mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
Dr. Nizar mengatakan, setiap sudut rumah tangga Nabi Muhammad terdapat teladan bagi setiap insan, laki-laki maupun perempuan. Mereka yang kaya menemukan contoh kedermawanan, sementara yang miskin mendapat pelipur lara.