Jokowi Buka Suara soal Kebebasan Berbicara di Indonesia
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 24 Agustus 2022 - 09:55 WIB
Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat suara soal kebebasan berbicara di Indonesia. Iklim demokrasi di negara ini dinilai sangat liberal memahami hak berbicara.
Kebebasan berbicara di Indonesia seperti adanya hinaan dan cacian yang diterima olehnya sebagai Presiden.
"Kebebasan apa yang masih kurang? Demokrasi kita saat ini menurut saya sudah sangat liberal sekali," ujar Jokowi dalam unggahan di akun Twitter @jokowi, dikutip Rabu (24/8/2022).
Baca Juga: UAS: Demokrasi Seharusnya Membuka Kebebasan Berpikir
"Orang memakai-maki presiden, menghina, hingga mengejek, itu setiap hari tetap kita dengar. Seperti apa lagi yang kita inginkan?," lanjut dia.
Meskipun banyak cacian yang diterimanya, Jokowi tidak mempermasalahkannya. Dia hanya menyampaikan jika hinaan-hinaan demikian terjadi pada orang lain pasti akan dibawa ke ranah hukum.
"Tapi, kalau sudah masuk ke misalnya menghina orang kemudian orangnya itu marah dan melaporkan kepada polisi, nah itu sudah wilayah yang lain, itu hukum yang bekerja," ujarnya.
Kebebasan berbicara di Indonesia seperti adanya hinaan dan cacian yang diterima olehnya sebagai Presiden.
"Kebebasan apa yang masih kurang? Demokrasi kita saat ini menurut saya sudah sangat liberal sekali," ujar Jokowi dalam unggahan di akun Twitter @jokowi, dikutip Rabu (24/8/2022).
Baca Juga: UAS: Demokrasi Seharusnya Membuka Kebebasan Berpikir
"Orang memakai-maki presiden, menghina, hingga mengejek, itu setiap hari tetap kita dengar. Seperti apa lagi yang kita inginkan?," lanjut dia.
Meskipun banyak cacian yang diterimanya, Jokowi tidak mempermasalahkannya. Dia hanya menyampaikan jika hinaan-hinaan demikian terjadi pada orang lain pasti akan dibawa ke ranah hukum.
"Tapi, kalau sudah masuk ke misalnya menghina orang kemudian orangnya itu marah dan melaporkan kepada polisi, nah itu sudah wilayah yang lain, itu hukum yang bekerja," ujarnya.
(bal)