Teladan Rasulullah, Bangun Romantisme Hubungan dengan Panggilan Sayang
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 25 Agustus 2022 - 17:00 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Memiliki panggilan sayang khusus pada pasangan diyakini dapat meningkatkan kedekatan hubungan. Kebiasaan ini sudah dilakukan oleh teladan umat Islam, Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki sifat romantis dan sayang terhadap istri-istrinya. Menurut pendakwah, Ustadz Ahmad Zainuddin, Rasulullah SAW bahkan mempunyai panggilan khusus kepada Aisyah sebagai bentuk kasih sayang.
"Rasulullah SAW mempunyai panggilan indah untuk istri yaitu Ya Aisy. Panggilan ini diambil dari kata Aisyah dengan pemenggalan huruf akhir," ujar Ustadz Ahmad dikutip dari YouTube Surabaya Mengaji, Kamis (25/8/2022).
Baca juga: Sering Disalahpahami, Ini Alasan Rasulullah Menikahi Aisyah Saat Masih Muda
Dia melanjutkan, selain itu Rasulullah SAW juga pernah memanggil istrinya dengan sebutan Humaira, artinya putih kemerah-merahan.
"Beliau (Rasulullah SAW) sering memanggil (Aisyah) "Ya Humaira'" yang merupakan bentuk tasghir (panggilan kecil) dari "Hamra" (merah) sedangkan yang dimaksud adalah putih." (Ibnu Atsir dalam kitab An-Nihayah).
Melihat tindakan Rasulullah SAW kepada sang istri, Ustadz Ahmad kemudian menyarankan untuk para suami melakukan hal demikian.
Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki sifat romantis dan sayang terhadap istri-istrinya. Menurut pendakwah, Ustadz Ahmad Zainuddin, Rasulullah SAW bahkan mempunyai panggilan khusus kepada Aisyah sebagai bentuk kasih sayang.
"Rasulullah SAW mempunyai panggilan indah untuk istri yaitu Ya Aisy. Panggilan ini diambil dari kata Aisyah dengan pemenggalan huruf akhir," ujar Ustadz Ahmad dikutip dari YouTube Surabaya Mengaji, Kamis (25/8/2022).
Baca juga: Sering Disalahpahami, Ini Alasan Rasulullah Menikahi Aisyah Saat Masih Muda
Dia melanjutkan, selain itu Rasulullah SAW juga pernah memanggil istrinya dengan sebutan Humaira, artinya putih kemerah-merahan.
"Beliau (Rasulullah SAW) sering memanggil (Aisyah) "Ya Humaira'" yang merupakan bentuk tasghir (panggilan kecil) dari "Hamra" (merah) sedangkan yang dimaksud adalah putih." (Ibnu Atsir dalam kitab An-Nihayah).
Melihat tindakan Rasulullah SAW kepada sang istri, Ustadz Ahmad kemudian menyarankan untuk para suami melakukan hal demikian.