Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Teladan Rasulullah, Bangun Romantisme Hubungan dengan Panggilan Sayang

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 25 Agustus 2022 - 17:00 WIB
Teladan Rasulullah, Bangun Romantisme Hubungan dengan Panggilan Sayang
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Memiliki panggilan sayang khusus pada pasangan diyakini dapat meningkatkan kedekatan hubungan. Kebiasaan ini sudah dilakukan oleh teladan umat Islam, Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki sifat romantis dan sayang terhadap istri-istrinya. Menurut pendakwah, Ustadz Ahmad Zainuddin, Rasulullah SAW bahkan mempunyai panggilan khusus kepada Aisyah sebagai bentuk kasih sayang.

"Rasulullah SAW mempunyai panggilan indah untuk istri yaitu Ya Aisy. Panggilan ini diambil dari kata Aisyah dengan pemenggalan huruf akhir," ujar Ustadz Ahmad dikutip dari YouTube Surabaya Mengaji, Kamis (25/8/2022).

Baca juga: Sering Disalahpahami, Ini Alasan Rasulullah Menikahi Aisyah Saat Masih Muda

Dia melanjutkan, selain itu Rasulullah SAW juga pernah memanggil istrinya dengan sebutan Humaira, artinya putih kemerah-merahan.

"Beliau (Rasulullah SAW) sering memanggil (Aisyah) "Ya Humaira'" yang merupakan bentuk tasghir (panggilan kecil) dari "Hamra" (merah) sedangkan yang dimaksud adalah putih." (Ibnu Atsir dalam kitab An-Nihayah).

Melihat tindakan Rasulullah SAW kepada sang istri, Ustadz Ahmad kemudian menyarankan untuk para suami melakukan hal demikian.

Baca juga: 4 Fakta Ibunda Aisyah RA, Istri Tercinta Rasulullah SAW

"Semestinya seorang suami memiliki panggilan manja atau sayang untuk istrinya. Jika istrinya suka," pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)