Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Sering Disalahpahami, Ini Alasan Rasulullah Menikahi Aisyah Saat Masih Muda

Muhajirin Jum'at, 10 Juni 2022 - 15:44 WIB
Sering Disalahpahami, Ini Alasan Rasulullah Menikahi Aisyah Saat Masih Muda
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah saat masih belia kerap disalahpahami banyak orang terutama non-muslim. Bahkan ia dijadikan bahan penghinaan oleh Politisi India Nupur Sharma. Akibatnya umat Islam seluruh dunia marah dan mengecam penghinaan terhadap Rasulullah dan Ibunda Aisyah.

Baca Juga: Politisi India Hina Nabi Muhammad SAW, Kecaman Datang dari Negara-negara Islam

Ibunda Aisyah merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang dinikahi dalam keadaan masih gadis. Dia merupakan putri dari pasangan Abu Bakar As-Shiddiq dan Ummu Ruman.

Aisyah berasal dari marga Bani Taim. Al-Husaini dalam buku Baitun Nubuwwah, Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW menyebutkan, wanita marga Bani Taim terkenal patuh, lemah lembut, dan dapat bergaul dengan baik.

Rasulullah menikahi Aisyah tepat pada Syawwal tahun ke-1 kenabian di Mekkah atau sekitar tiga tahun setelah wafatnya sang istri pertama, Khadijah binti Khuwailid. Mahar yang diberikan Rasulullah untuk Aisyah sebesar 12 uqiyyah atau 400 dirham.

Baca Juga: 7 Peristiwa Penting di Bulan Syawal dalam Sirah Nabawi

Quraish Shihab dalam Buku 'Membaca Sirah Nabi SAW dalam sorotan Al-Qur'an dan Hadits-hadits Shahih' menyatakan, tidak ada kritikan atau cemoohan dari musuh-musuh Rasulullah tentang pernikahan Rasulullah dan Aisyah saat itu.

Justru, kritikan dan cemoohan itu, dengan tujuan melecehkan dan mendiskreditkan Rasulullah, datang ratusan tahun setelah pernikahan tersebut. Artinya, kata Quraish Shihab, laki-laki sepuh menikahi wanita muda merupakan hal wajar pada saat itu.

Melansir laman AboutIslam.net, Direktur Legacy Institute Amerika Serikat, Syekh Hasib Noor, menjelaskan, pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah pada saat itu benar-benar normal di masyarakat. Tidak ada yang membahas masalah ini kala itu. Sebab, hal itu sudah menjadi norma di tengah masyarakat.

Baca Juga: Sejarah Disunnahkannya Syawal Jadi Bulan untuk Menikah

Lalu, apa yang membuat Rasulullah mempersunting Aisyah? Dalam riwayat disebutkan, Rasulullah SAW selama tiga malam berturut-turut bermimpi didatangi malaikat membawa gambar Aisyah yang dibungkus dengan kain sutera dan mengatakan, 'ini adalah istrimu'.

Rasulullah SAW berkata kepada Aisyah, 'Aku melihat engkau dalam mimpi sebanyak dua kali. Aku melihat engkau berada dalam bilik yang diperbuat daripada kain sutera. Ada suara berkata, 'inilah istrimu'. Kemudian aku menyingkap tirai muka itu, dan terlihat jelas wajahmu, maka aku katakan, 'sesungguhnya kejadian ini adalah kehendak Allah Ta'ala'." (HR Bukhari).

Hadits tersebut menjadi dalil Rasulullah SAW tidak menikahi Aisyah karena hawa nafsu, tapi karena perintah Allah yang datang kepada beliau melalui mimpi. Ada kepentingan risalah Islamiyah yang dibawa oleh Rasulullah kepada umat manusia melalui perintah itu.

Baca Juga: 4 Fakta Ibunda Aisyah RA, Istri Tercinta Rasulullah SAW

Sangkaan sebagian orang bahwa pernikahan itu karena hawa nafsu adalah salah. Itu karena Rasulullah menikah ibunda Aisyah atas perintah Allah Ta'ala. Beliau sebagai seorang nabi terakhir, tentu banyak wanita yang berharap menikah dengan beliau. Rasulullah juga boleh menikah dengan banyak wanita, tidak dibatasi dengan jumlah 4 istri.

"Dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada nabi, kalau nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin." (QS Al-Ahzab: 50).

Mengutip laman konsultasisyariah.com, fakta tersebut menjadi dalil kuat Rasulullah tidak menikahi Aisyah karena hawa nafsu. Ada banyak wanita cantik yang ingin menikah dengan beliau, tapi ditolak. Justru, dari 11 istri beliau, hanya Aisyah yang dinikahi dalam keadaan gadis. Padahal, mudah saja bagi beliau untuk menikahi para gadis. Artinya pertimbangan Nabi Muhammad menikahi seorang perempuan adalah atas dasar wahyu bukan nafsu.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan