LANGIT7.ID - Banyak peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan Syawal, terutama dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW. Kebanyakan peristiwa peperangan dan ada pula pernikahan Rasulullah.
Syawal merupakan bulan istimewa bagi umat Islam. Pada 1 Syawal umat Islam merayakan hari kemenangan Idul Fitri setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.
Ada banyak pula kejadian bersejarah yang terjadi pada bulan ini dan bisa menjadi pembelajaran tersendiri bagi umat Islam. Lantas, apa saja kejadian bersejarah yang terjadi pada bulan Syawal?
1. Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah Rasulullah menikahi Ibunda Aisyah pada bulan Syawal. Aisyah berkata: "Rasulullah SAW menikahiku saat bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?" (HR Muslim, An Nasa'i).
Abu Zakariya yahya bin Syaraf (Imam Nawawi) dalam al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim menjelaskan, Aisyah mengatakan, pernikahan itu untuk menepis keyakinan yang berkembang di masyarakat jahiliyah dan sikap mengada-ada di kalangan awam bahwa makruh menikah, menikahkan, atau berhubungan suami istri pada bulan Syawal.
Baca Juga: Kala Rasulullah dan Sahabat Menangis Ditinggal Ramadhan
2. Perang Uhud Perang Uhud pecah pada 15 Syawal, yakni tiga tahun setelah Nabi SAW hijrah dari Kota Mekkah ke Madinah. Sebanyak 700 pasukan muslim berhadapan dengan sekitar 3.000 pasukan musyrik.
Awalnya, pasukan muslim mendominasi jalannya pertempuran. Orang -orang musyrik terdesak, sehingga meninggalkan harta benda yang mereka bawa. Melihat pemandangan itu, pasukan pemanah di puncak-puncak bukit lengah dan lari memungut ghanimah.
Mereka turun meskipun Rasulullah telah berpesan agar tetap bertahan apapun yang terjadi di tengah medan laga. Khalid bin Walid, yang waktu itu masih kafir, dan anak buahnya melihat celah untuk menyerang balik.
Akhirnya, barisan pasukan muslim kocar-kacir. Bahkan, Rasulullah SAW mengalami luka-luka cukup parah. Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 121 turun berkenaan dengan peristiwa ini.
3. Perang Hunain Perang Hunain terjadi pada tahun ke-8 hijriyah pada Syawal. Kala itu, umat Islam menghadapi suku Hawazin dan suku Tsaqif. Perang ini berlangsung selama dua pekan, setelah Rasulullah berhasil memimpin kaum muslimin menaklukkan Mekkah tanpa pertumpahan darah.
Baca Juga: Kisah Thariq bin Ziyad Taklukkan Andalusia di Ujung Ramadhan
Pasukan muslim di medan Hunain cukup diuntungkan dengan kondisi mental yang penuh kegemilangan. Dari total 12 ribu pasukan muslim, 2 ribu di antaranya berasal dari suku Quraisy. Hasilnya, Perang Hunain dimenangkan kaum muslimin.
4. Pengepungan Thaif Pengepungan Thaif merupakan imbas perang Hunain. Sisa-sisa kekuatan suku Hawazin dan Tsaqif yang berhasil melarikan diri dari Perang Hunain bertahan di benteng cukup kuat.
Namun, pasukan muslim menggempur benteng itu dengan berbagai persenjataan, termasuk melempar batu (manjaniq) dan pendobrak (dabbabah).
5. Perang Bani Qainuqa Perang Bani Qainuqa terjadi pada Syawal tahun kedua Hijriah. Kali ini, umat Islam Madinah menghadapi fitnah yang dilancarkan kaum Yahudi. Lantaran kejahatan dan pengkhianatan kaum Yahudi itu sudah keterlaluan, Rasulullah memutuskan mengusir mereka dari Madinah.
Rasulullah memimpin pasukan muslim untuk mengusir kaum Yahudi keluar dari Madinah.
6. Perang Bani Sulaim Perang Bani Sulaim terjadi pada Syawal tahun kedua Hijriah. Peperangan ini terjadi di Kudri. Saat itu, ada sekitar 200 pasukan musim bergerak menuju Qarqarah al-Qadri.
Rasulullah memimpin pasukan muslim dalam menghadapi Bani Sulaim dan Ghathafan. Namun, musuh-musuh Islam itu pada akhirnya melarikan diri.
7. Perang Khandaq Perang Khandaq berlangsung pada Syawal, 5 tahun setelah hijrah. Ini merupakan kali pertama perang dengan strategi yang dicetuskan seorang Persia-Muslim, Salman Al-Farisi.
Salman mengusulkan strategi yang diadopsi dari negeri Persia. Orang Persia biasa menggali parit-parit yang dalam dan lebar guna menghalau pasukan musuh. Rasulullah menyetujui ide itu setelah berunding dengan para sahabat. Rasulullah kut serta dalam penggalian parit tersebut.
Pasukan muslim berjumlah 3 ribu orang. Sedangkan pasukan sekutu kaum musyrik sebanyak seribu orang. Dalam perang ini, kaum musyrik mengalami kekalahan karena diterjang angin puyuh setelah menunggu lama di luar parit.
(jqf)