Mengenal Dukun yang Boleh dan Tidak Boleh Didatangi Umat Islam
Muhajirin
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 18:30 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan, meminta pertolongan kepada dukun merupakan dosa besar dalam hukum Islam. Namun, di Indonesia ada dua Jenis dukun yang boleh didatangi. Dua Jenis itu lebih merupakan pengobatan tradisional yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Dua Jenis dukun yang boleh didatangi adalah dukun sunat dan dukun bayi. Profesi tersebut lebih tepat disebut sebagai pengobatan tradisional. Mereka sama sekali tidak menggunakan jin dalam melakukan praktik.
“Ke dokter boleh, kenapa ke dukun enggak boleh? Karena dukun berteman dengan jin. Jin yang baik itu namanya jin muslim, jin yang jahat namanya setan, indonya namanya Ilblis,” tutur UAS.
Senada dengan Ustadz Abdul Somad, Ustadz Faizar menyebut bahwa dukun dahulu konotasinya tidak negatif seperti hari ini. Dukun adalah panggilan untuk siapapun yang ahli dalam bidangnya dan jasanya dibutuhkan masyarakat.
Baca Juga:Termasuk Dosa Syirik, Ini Ancaman Bagi Muslim Percaya Dukun
“Dukun itu asalnya dari kata duduk tekun, mereka yang duduk tekun mempelajari suatu ilmu sampai ahli dan dibutuhkan masyarakat. Ada dukun bayi, dukun sunat, dukun tabib dan sebagainya,” jelas Ustadz Faizar di kanal Youtube-nya.
Hanya saja saat ini, kata Ustadz Faizar, istilah dukun berkonotasi negatif karena yang tersisa adalah praktik perdukunan yang mengarah kepada kemusyrikan.
Dua Jenis dukun yang boleh didatangi adalah dukun sunat dan dukun bayi. Profesi tersebut lebih tepat disebut sebagai pengobatan tradisional. Mereka sama sekali tidak menggunakan jin dalam melakukan praktik.
“Ke dokter boleh, kenapa ke dukun enggak boleh? Karena dukun berteman dengan jin. Jin yang baik itu namanya jin muslim, jin yang jahat namanya setan, indonya namanya Ilblis,” tutur UAS.
Senada dengan Ustadz Abdul Somad, Ustadz Faizar menyebut bahwa dukun dahulu konotasinya tidak negatif seperti hari ini. Dukun adalah panggilan untuk siapapun yang ahli dalam bidangnya dan jasanya dibutuhkan masyarakat.
Baca Juga:Termasuk Dosa Syirik, Ini Ancaman Bagi Muslim Percaya Dukun
“Dukun itu asalnya dari kata duduk tekun, mereka yang duduk tekun mempelajari suatu ilmu sampai ahli dan dibutuhkan masyarakat. Ada dukun bayi, dukun sunat, dukun tabib dan sebagainya,” jelas Ustadz Faizar di kanal Youtube-nya.
Hanya saja saat ini, kata Ustadz Faizar, istilah dukun berkonotasi negatif karena yang tersisa adalah praktik perdukunan yang mengarah kepada kemusyrikan.