LANGIT7.ID - Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan, meminta pertolongan kepada dukun merupakan dosa besar dalam hukum Islam. Namun, di Indonesia ada dua Jenis dukun yang boleh didatangi. Dua Jenis itu lebih merupakan pengobatan tradisional yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Dua Jenis dukun yang boleh didatangi adalah dukun sunat dan dukun bayi. Profesi tersebut lebih tepat disebut sebagai pengobatan tradisional. Mereka sama sekali tidak menggunakan jin dalam melakukan praktik.
“Ke dokter boleh, kenapa ke dukun enggak boleh? Karena dukun berteman dengan jin. Jin yang baik itu namanya jin muslim, jin yang jahat namanya setan, indonya namanya Ilblis,” tutur UAS.
Senada dengan Ustadz Abdul Somad, Ustadz Faizar menyebut bahwa dukun dahulu konotasinya tidak negatif seperti hari ini. Dukun adalah panggilan untuk siapapun yang ahli dalam bidangnya dan jasanya dibutuhkan masyarakat.
Baca Juga: Termasuk Dosa Syirik, Ini Ancaman Bagi Muslim Percaya Dukun
“Dukun itu asalnya dari kata duduk tekun, mereka yang duduk tekun mempelajari suatu ilmu sampai ahli dan dibutuhkan masyarakat. Ada dukun bayi, dukun sunat, dukun tabib dan sebagainya,” jelas Ustadz Faizar di kanal Youtube-nya.
Hanya saja saat ini, kata Ustadz Faizar, istilah dukun berkonotasi negatif karena yang tersisa adalah praktik perdukunan yang mengarah kepada kemusyrikan.
Jenis Dukun yang tidak Boleh Dipercaya dan DidatangiIslam secara jelas melarang praktik perdukunan. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal, maka tidak diterima salatnya 40 hari.”
Dalam hadits lain disebutkan, “Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal lalu mempercayai apa yang dia katakan, dia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.”
Baca Juga: Fatwa MUI: Praktik Dukun Haram, Membawa ke Kemusyrikan
Makna hadits ini tentu harus dipahami dari perspektif orang Arab dalam memaknai dukun. Laman asy-syariah menulis, setidaknya ada lima jenis perdukunan dalam masyarakat Arab Jahiliyah.
Pertama,
kahin. Al-Baghawi mengatakan,
al-kahin adalah seseorang yang mengabarkan sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang. Ada pula yang mengatakan, al-kahin adalah mengabarkan apa yang tersembunyi dalam kalbu.
Kedua,
‘Arraf. Al-Baghawi mengatakan,
‘arraf adalah orang yang mengaku-ngaku mengetahui urusan-urusan tertentu melalui cara-cara tertentu. Dengan cara itu, dia mengaku mengetahui tempat barang yang dicuri atau hilang.
Ketiga,
rammal. Raml dalam bahasa Arab berarti pasir yang lembut. Rammal adalah seorang tukang ramal yang menggaris-garis di pasir untuk meramal sesuatu. Ilmu ini telah dikenal masyarakat Arab dengan sebutan ilmu
raml.
Baca Juga: 3 Aksi Dukun yang Viral di Medsos, Kedoknya Selalu Agama
Keempat,
munajjim (ahli ilmu nujum). Nujum artinya bintang-bintang. Ilmu perbintangan yang dipakai untuk meramal nasib.
Kelima,
sahir (tukang sihir). Ini lebih jahat dari yang sebelumnya, sebab sihir tidak hanya terkait dengan ramalan, tapi bahkan identik dengan kejahatan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dukun yang dimaksud oleh Nabi Muhammad adalah dukun yang memiliki ciri-ciri lima kategori di atas. Tentu dukun beranak dan dukun sunat tidak masuk ke dalam lima ciri tersebut.
(jqf)