Ini Daftar Harga BBM Bila Tak Disubsidi Pemerintah
Fajar adhitya
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 22:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah memberikan subsidi yang sangat besar dalam menjaga daya beli masyarakat. Subsidi juga diberikan untuk menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) agar tetap terjangkau.
Sri Mulyani memaparkan, subsidi pemerintah menekan hingga separuh harga keekonomiannya atau harga ril apabila dihitung berdasar harga minyak mentah, kurs rupiah, dan pajak. Namun, Menteri Keuangan mengatakan, sebagian besar subsidi justru dinikmati masyarakat mampu.
“Kalau kita melihat outlook harga minyak sampai akhir tahun yang diterbitkan EIA, itu diproyeksikan sepanjang tahun ini harga minyak di 104,8 dolar AS per barel, berdasarkan forecast consensus harga minyak mungkin ada di 105 dolar AS per barel,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jumat (26/8/2022).
Baca juga:Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Ganggu Sejumlah Proyeksi Ekonomi
Sri Mulyani memaparkan, saat ini harga solar dibanderol Rp5.150 per liter, harga keekonomian dari seharusnya Rp13.950 per liter. Dengan demikian, terdapat gap harga sebesar Rp8.800 atau 63% akibat adanya subsidi tetap dan kompensasi.
“Artinya masyarakat mendapatkan subsidi 63 persen dari harga keekonomian atau harga riil Rp8.800 per liter,” kata Sri Mulyani.
Kemudian, harga jual eceran (HJE) Pertalite dibanderol Rp7.650 per liter dibanding harga asli dari bensin RON 90 ini, yakni Rp14.450 per liter. Pertalite yang dibeli masyarakat mendapatkan subsidi sebesar Rp6.800 per liter.
Sri Mulyani memaparkan, subsidi pemerintah menekan hingga separuh harga keekonomiannya atau harga ril apabila dihitung berdasar harga minyak mentah, kurs rupiah, dan pajak. Namun, Menteri Keuangan mengatakan, sebagian besar subsidi justru dinikmati masyarakat mampu.
“Kalau kita melihat outlook harga minyak sampai akhir tahun yang diterbitkan EIA, itu diproyeksikan sepanjang tahun ini harga minyak di 104,8 dolar AS per barel, berdasarkan forecast consensus harga minyak mungkin ada di 105 dolar AS per barel,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jumat (26/8/2022).
Baca juga:Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Ganggu Sejumlah Proyeksi Ekonomi
Sri Mulyani memaparkan, saat ini harga solar dibanderol Rp5.150 per liter, harga keekonomian dari seharusnya Rp13.950 per liter. Dengan demikian, terdapat gap harga sebesar Rp8.800 atau 63% akibat adanya subsidi tetap dan kompensasi.
“Artinya masyarakat mendapatkan subsidi 63 persen dari harga keekonomian atau harga riil Rp8.800 per liter,” kata Sri Mulyani.
Kemudian, harga jual eceran (HJE) Pertalite dibanderol Rp7.650 per liter dibanding harga asli dari bensin RON 90 ini, yakni Rp14.450 per liter. Pertalite yang dibeli masyarakat mendapatkan subsidi sebesar Rp6.800 per liter.