Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Ganggu Sejumlah Proyeksi Ekonomi

Garry Talentedo Kesawa Jum'at, 26 Agustus 2022 - 20:50 WIB
Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Ganggu Sejumlah Proyeksi Ekonomi
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Thohir menilai rencana pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertalite dan Solar belum perlu dilakukan. Kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih bisa menyebabkan dampak yang jauh lebih serius ketika BBM dinaikkan.

"Tidak baik kondisi saat ini (pemerintah) menaikkan harga BBM, rakyat belum pulih secara ekonomi. Lalu kalau pemerintah menaikan BBM pasti ekonomi rakyat yang baru membaik tersebut akan jatuh lagi. Pada akhirnya ekonomi semakin berat," kata Hafisz kepada wartawan, dikutip Jumat (26/8/2022).

Baca Juga: Demokrat DKI Jakarta Tolak Rencana Kenaikan BBM Bersubsidi

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan jika kenaikan harga BBM dilakukan, maka akan berdampak pada distorsi sejumlah proyeksi ekonomi yang cukup dalam. Menurutnya, jika ekonomi menjadi berat, maka transaksi/perdagangan akan terkontraksi.

"Kalau kontraksi maka target ekonomi akan tidak tercapai, kalau target tidak tercapai maka penerimaan negara akan turun (tidak tercapai pula). Sehingga ini menjadikan kenaikan BBM menjadi sia-sia belaka. Upaya yang sia-sia," ujar Hafisz.

Hafisz menilai kenaikan harga ini menciderai amanat Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang berbunyi; "Semua yang ada didalam dan diatas bumi dan segala sesuatunya dikuasai oleh negara utk dipergunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan dan kemakmuran rakyat". Dia pun mengaku heran jika Menteri Keuangan RI 'ngotot' minta harga BBM dinaikkan, di saat rate/harga ICP di pasaran dunia sedang turun.

Baca Juga: DPD Ungkap BBM Subsidi Akan Naik Dalam Waktu Dekat

"Saya yakin Presiden Jokowi yang sangat pro rakyat tersebut, tidak akan mengambil keputusan yang tidak populis ini. Kebijakan ini pasti akan menambah beban rakyat," ucap legislator daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I itu.

Selain itu, Hafisz menjelaskan bahwa opsi kenaikan BBM bukanlah pilihan yang rasional. Dia menilai hal tersebut merupakan pilihan yang cukup terjal dan mengandung high risk (risiko tinggi).

"Shortcut ini bukan terobosan yang baik. Kalau salah ambil langkah, bisa goncang perekonomian kita," ucap Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI tersebut.

Baca Juga:

Menkeu Sebut BBM Subsidi Bisa Habis Sebelum Akhir Tahun

Tak Sejalan dengan PDIP, Rieke Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi dengan Catatan

Pengamat Ekonomi: Kenaikan Harga BBM Bakal Menyulut Inflasi


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)