LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah memberikan subsidi yang sangat besar dalam menjaga daya beli masyarakat. Subsidi juga diberikan untuk menjaga harga bahan bakar minyak (
BBM) agar tetap terjangkau.
Sri Mulyani memaparkan, subsidi pemerintah menekan hingga separuh harga keekonomiannya atau harga ril apabila dihitung berdasar harga minyak mentah, kurs rupiah, dan pajak. Namun, Menteri Keuangan mengatakan, sebagian besar subsidi justru dinikmati masyarakat mampu.
“Kalau kita melihat outlook harga minyak sampai akhir tahun yang diterbitkan EIA, itu diproyeksikan sepanjang tahun ini harga minyak di 104,8 dolar AS per barel, berdasarkan forecast consensus harga minyak mungkin ada di 105 dolar AS per barel,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jumat (26/8/2022).
Baca juga: Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Ganggu Sejumlah Proyeksi EkonomiSri Mulyani memaparkan, saat ini harga solar dibanderol Rp5.150 per liter, harga keekonomian dari seharusnya Rp13.950 per liter. Dengan demikian, terdapat gap harga sebesar Rp8.800 atau 63% akibat adanya subsidi tetap dan kompensasi.
“Artinya masyarakat mendapatkan subsidi 63 persen dari harga keekonomian atau harga riil Rp8.800 per liter,” kata Sri Mulyani.
Kemudian, harga jual eceran (HJE) Pertalite dibanderol Rp7.650 per liter dibanding harga asli dari bensin RON 90 ini, yakni Rp14.450 per liter. Pertalite yang dibeli masyarakat mendapatkan subsidi sebesar Rp6.800 per liter.
Baca Juga: Demokrat DKI Jakarta Tolak Rencana Kenaikan BBM Bersubsidi BBM Pertamax yang tidak masuk dalam penugasan pun turut turut disubsidi. Harga Pertamax hari ini sebesar Rp12.500. Ia mengatakan harga keekonomian untuk BBM jenis pertamax RON 92 adalah Rp17.300 per liter.
“Jadi bahkan Pertamax sekalipun yang dikonsumsi mobil bagus, pemilik mampu setiap liternya mendapat subsidi Rp4.800,” kata Sri Mulyani.
Berdasar penjelasan Sri Mulyani, berikut ddaftar harga keekonomian BBM dibanding harga jual eceran yang ditetapkan Pertamina:
Solar HJE: Rp5.150
Harge keekonomian: Rp13.950
Gap harga: Rp8.000 (subsidi tetap Rp500/liter dan kompensasi)
Pertalite HJE: Rp7.650
Harga keekonomian: Rp14.450
Gap harga: Rp6.800 (kompensasi)
Pertamax HJE: Rp12.500
Harga keekonomian: Rp17.300
Gap harga: Rp4.800 (ditanggung Badan Usaha)
*Asumsi: Harga ICP 105 dolar AS per barel, kurs Rp14.700, PPN 10% (Januari-Maret), PPN 11% (April-Desember)(sof)