Mengenal Ikhtilaf Ulama dalam Islam, Ini Penjelasannya
Mahmuda attar hussein
Ahad, 28 Agustus 2022 - 16:30 WIB
Ilustrasi perbedaan pendapat ulama. (Foto: Istimewa).
Ada istilah perbedaan pendapat ulama dalam Islam. Hal ini kerap mengundang perdebatan karena masing-masing membawa pemahaman mahzab masing-masing.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, Islam sebagai agama yang disempurnakan maka kewajiban pemahaman selanjutnya berada di tangan ulama.
Komisi Fatwa MUI Sulsel mengungkapkan, agama telah disempurnakan bersama Al-Quran dan dijelaskan oleh hadits atau sunnah Rasulullah SAW. Untuk itu, kewajiban pemahaman selanjutnya menjadi tugas para ulama.
Baca Juga: Safari Dakwah UAS di Jakarta, Kunjungi Tokoh dan Ulama
Pimpinan LPI Dayah Madani Al-Aziziyah Lampeuneureut, Aceh Besar, Syeikh Muhammad Abdurrahim Al-Wusoby menjelaskan, Rasulullah SAW telah memerintahkan umatnya agar berpegang pada sunnah.
"Maka hendaklah bersatu dengan jemaah kaum muslimin mayoritas, dan tidak berpecah-belah dalam kelompok-kelompok kecil, karena akan merusak persatuan umat," ujar
Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah: "Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas atau Sawadul A'zham."
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, Islam sebagai agama yang disempurnakan maka kewajiban pemahaman selanjutnya berada di tangan ulama.
Komisi Fatwa MUI Sulsel mengungkapkan, agama telah disempurnakan bersama Al-Quran dan dijelaskan oleh hadits atau sunnah Rasulullah SAW. Untuk itu, kewajiban pemahaman selanjutnya menjadi tugas para ulama.
Baca Juga: Safari Dakwah UAS di Jakarta, Kunjungi Tokoh dan Ulama
Pimpinan LPI Dayah Madani Al-Aziziyah Lampeuneureut, Aceh Besar, Syeikh Muhammad Abdurrahim Al-Wusoby menjelaskan, Rasulullah SAW telah memerintahkan umatnya agar berpegang pada sunnah.
"Maka hendaklah bersatu dengan jemaah kaum muslimin mayoritas, dan tidak berpecah-belah dalam kelompok-kelompok kecil, karena akan merusak persatuan umat," ujar
Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah: "Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas atau Sawadul A'zham."