Ustadz Abu Kahfi Bimbing Teman Tuli Mengenal Ilahi dan Hafalkan Kalam Suci
Muhajirin
Rabu, 31 Agustus 2022 - 22:20 WIB
Ustadz Abu Kahfi berdialog dengan bahasa isyarat dengan salah satu santrinya (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Suasana tenang dan tentram sangat terasa di Dusun Kayen, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Di tempat ini, berdiri sebuah surau joglo yang menjadi pusat aktivitas santri Pondok Pesantren Tunarungu Darl A'shom.
Darul A'shom didirikan seorang ustadz asal Bandung, bernama Ustadz Abu Kahfi. Awalnya, dia merupakan ahli beladiri, mantan pelatih, hingga wasit turnamen beladiri di Jawa Barat. Saat sekolah pun, beliau mendalami teater dan ilmu komunikasi.
"Saya dulu di bidang ahli beladiri, saya ngajar di pondok. Saya jadi wasit beladiri di Jawa Barat, jadi pelatih MMA. Waktu di sekolah saya senang teater, penjiwaan," kata Ustadz Abu Kahfi saat berbincang dengan LANGIT7.ID, Selasa (30/8/2022).
Ustadz Abu Kahfi mulai memperdalam ilmu agama Islam saat mendaftarkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Dia ingin mereka jadi ulama yang hafidz-hafidzah. Sejak saat itu, dia aktif datang ke ulama-ulama di Tanah Air untuk ngaji sorogan.
"Saya punya anak, semua mondok. Semenjak itu saya hijrah. Akhirnya saya ngaji, ngaji sorogan ke ulama, ke pesantren-pesantren," ucapnya.
Baca Juga: Darul Ashom, Pesantren Al-Qur'an untuk Teman Tuli di Yogyakarta
Darul A'shom didirikan seorang ustadz asal Bandung, bernama Ustadz Abu Kahfi. Awalnya, dia merupakan ahli beladiri, mantan pelatih, hingga wasit turnamen beladiri di Jawa Barat. Saat sekolah pun, beliau mendalami teater dan ilmu komunikasi.
"Saya dulu di bidang ahli beladiri, saya ngajar di pondok. Saya jadi wasit beladiri di Jawa Barat, jadi pelatih MMA. Waktu di sekolah saya senang teater, penjiwaan," kata Ustadz Abu Kahfi saat berbincang dengan LANGIT7.ID, Selasa (30/8/2022).
Ustadz Abu Kahfi mulai memperdalam ilmu agama Islam saat mendaftarkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Dia ingin mereka jadi ulama yang hafidz-hafidzah. Sejak saat itu, dia aktif datang ke ulama-ulama di Tanah Air untuk ngaji sorogan.
"Saya punya anak, semua mondok. Semenjak itu saya hijrah. Akhirnya saya ngaji, ngaji sorogan ke ulama, ke pesantren-pesantren," ucapnya.
Baca Juga: Darul Ashom, Pesantren Al-Qur'an untuk Teman Tuli di Yogyakarta