home sosok muslim

Dalu Nuzlul Kirom, Lulus ITS Tak Jadi Insinyur tapi Berdayakan Eks PSK Dolly

Kamis, 12 Agustus 2021 - 20:20 WIB
Dalu Nuzlul Kirom (foto: istimewa)
Tujuh tahun ditutup, eks lokalisasi Dolly kini berubah menjadi desa wisata edukasi yang menghadirkan karya warganya. Kini, warga sekitar eks lokalisasi Dolly mendapatkan manfaat konkret dari perubahan yang tadinya daerah lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara menjadi desa wisata edukasi dan kuliner yang lebih ramah lingkungan.

Hal itu dapat terwujud berkat sosok alumnus Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh September (ITS) Surabaya, Dalu Nuzlu Kirom sebagai penggagasnya. Berkat tingginya rasa sosial, ia bersama kawan-kawannya mampu melakukan perubahan 180 derajat pada eks lokalisasi tersebut.

Dalu bersama kawan-kawannya berusaha memberikan harapan dan pendampingan kepada warga di sekitar eks lokalisasi Dolly, menjadikan mereka hidup lebih bermanfaat ketimbang harus terus bentrok akibat penutupan tersebut.

Mengutip laman resmi its.ac.id, pemuda asli Surabaya ini menggagas sebuah yayasan di bidang sosial untuk memberikan pendampingan yang lebih baik terhadap warga yang terimbas setelah dilakukannya penutupan lokalisasi Dolly pada 18 Juni 2014.

Hingga akhirnya dibentuklah Yayasan Gerakan Melukis Harapan (GMH) pada 10 September 2014. Kini, dalam rangka peringatan 7 Tahun Penutupan Eks Lokalisasi Dolly, GMH mengadakan program edutrip Wayahe Ndolly.

Di mana dalam hal ini mereka memberikan trip perjalanan berkeliling mengunjungi Dolly yang sekarang menjadi wisata edukasi dan kuliner. Selain itu, program ini juga merupakan bentuk evaluasi warga binaan dalam menjalankan bisnis pariwisata.

Pemuda berkacamata ini mengaku pada awalnya cukup terjadi gesekan dalam upaya memberdayakan warga sekitar eks lokalisasi tersebut. Namun, aktivitasnya yang berkaitan langsung dengan masyarakat menimbulkan kedekatan secara kekeluargaan. Hingga akhirnya ia bersama GMH mampu diterima oleh warga eks lokalisasi Dolly.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pemberdayaan masyarakat institut teknologi sepuluh nopember inovasi yayasan sosial
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya