Ketum PBNU dan Muhammadiyah Bertemu, Bahas Harmonisasi Bangsa
Ummu hani
Senin, 05 September 2022 - 12:00 WIB
Ketum PBNU dan Muhammadiyah bertemu. (Foto: Istimewa).
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf mendatangi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir di Jakarta.
Gus Yahya mengatakan, pertemuan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus membiarakan kerja sama antar lembaga.
“Alhamdulillah, didiskusikan tadi dan insyaallah NU dan Muhammadiyah akan bergandeng tangan dalam menopang kebersamaan dan kesatuan dan harmoni bangsa dan negara yang kita cintai ini,” ujar Gus Yahya, dalam keterangan tertulis, mengutip dari situs NU Online, Senin (5/9/2022).
Baca Juga: Kemendag dan PBNU Perkuat Wirausaha di Lingkungan Pesantren
Kedua Organisasi masyarakat (Ormas) besar Islam Indonesia itu sedang membicarakan potensi kerja sama kelembagaan guna mengakses berbagai masalah sosial di tengah masyarakat.
Ketum Muhammadiyah, Prof. Haedar mengatakan saat ini Indonesia memang memerlukan peran konkrit, utamanya dari NU dan Muhammadiyah untuk melakukan kerja-kerja yang mencerdaskan, mencerahkan, serta memberdayakan warga bangsa.
"Tidak kalah penting, menyatukan ukhuwah yang lebih meluas di lingkungan umat beragama bangsa indonesia,” ujar Prof. Haedar.
Gus Yahya mengatakan, pertemuan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus membiarakan kerja sama antar lembaga.
“Alhamdulillah, didiskusikan tadi dan insyaallah NU dan Muhammadiyah akan bergandeng tangan dalam menopang kebersamaan dan kesatuan dan harmoni bangsa dan negara yang kita cintai ini,” ujar Gus Yahya, dalam keterangan tertulis, mengutip dari situs NU Online, Senin (5/9/2022).
Baca Juga: Kemendag dan PBNU Perkuat Wirausaha di Lingkungan Pesantren
Kedua Organisasi masyarakat (Ormas) besar Islam Indonesia itu sedang membicarakan potensi kerja sama kelembagaan guna mengakses berbagai masalah sosial di tengah masyarakat.
Ketum Muhammadiyah, Prof. Haedar mengatakan saat ini Indonesia memang memerlukan peran konkrit, utamanya dari NU dan Muhammadiyah untuk melakukan kerja-kerja yang mencerdaskan, mencerahkan, serta memberdayakan warga bangsa.
"Tidak kalah penting, menyatukan ukhuwah yang lebih meluas di lingkungan umat beragama bangsa indonesia,” ujar Prof. Haedar.