Mengenal Misophonia, Penyakit Emosional Akibat Dengar Suara Bising
Ummu hani
Rabu, 07 September 2022 - 19:22 WIB
Ilustrasi suara mesin pemotong keramik atau beton yang mengganggu. Foto: LANGIT7/iStock
Pernahkah Anda terganggu dengan suara tertentu hingga merasa tidak nyaman bahkan kesal hingga emosi meningkat? Bisa jadi Anda mengalami suatu penyakit emosional yang disebut Misophonia.
Melansir dari WebMD, Rabu (7/9/2022) misophonia merupakan gangguan emosional atau fisiologis akibat suara-suara tertentu yang mungkin dianggap tidak masuk akal oleh penderitanya.
Baca juga: Bestie, Ini Sederet Manfaat Istirahat Cukup Bagi Kesehatan
Seorang pengidap misophonia menganggap suara yang mengganggu sebagai sesuatu yang membuat dirinya stres dan gila. Mereka biasanya bereaksi sepertimarah, kesal hingga panik dan terkadang berusaha untuk segera menjauh dari suara tersebut.
Umumnya, individu yang mengidap misophonia dipicu oleh suara orang sedang mengunyah makanan, gesekan tertentu, seperti wiper kaca, atau suara berulang lainnya.
Orang dengan misophonia juga sering bereaksi terhadap rangsangan visual yang menyertai suara dan mungkin juga merespons gerakan berulang secara intens.
Para peneliti percaya, orang yang menderita misophonia memiliki masalah pada cara otak mereka menyaring suara yang bising dan berulang. Pengulangan itu kemudian memperburuk masalah pemrosesan pendengaran lainnya.
Melansir dari WebMD, Rabu (7/9/2022) misophonia merupakan gangguan emosional atau fisiologis akibat suara-suara tertentu yang mungkin dianggap tidak masuk akal oleh penderitanya.
Baca juga: Bestie, Ini Sederet Manfaat Istirahat Cukup Bagi Kesehatan
Seorang pengidap misophonia menganggap suara yang mengganggu sebagai sesuatu yang membuat dirinya stres dan gila. Mereka biasanya bereaksi sepertimarah, kesal hingga panik dan terkadang berusaha untuk segera menjauh dari suara tersebut.
Umumnya, individu yang mengidap misophonia dipicu oleh suara orang sedang mengunyah makanan, gesekan tertentu, seperti wiper kaca, atau suara berulang lainnya.
Orang dengan misophonia juga sering bereaksi terhadap rangsangan visual yang menyertai suara dan mungkin juga merespons gerakan berulang secara intens.
Para peneliti percaya, orang yang menderita misophonia memiliki masalah pada cara otak mereka menyaring suara yang bising dan berulang. Pengulangan itu kemudian memperburuk masalah pemrosesan pendengaran lainnya.