MUI: Jadikan Covid-19 Momentum Perkuat Keimanan dan Imunitas
Muhajirin
Senin, 05 Juli 2021 - 13:37 WIB
Ilustrasi perkuat iman dengan memperbanyak shalat sunnah. Foto: Langit7.id/iStock
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Amirsyah Tambunan, mengingatkan masyarakat agar menjadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum peningkatan iman, aman, dan imun.
Dia menjelaskan, wajib iman adalah seseorang harus meningkatkan keimanan dan ketakawaan kepada Allah SWT. Seseorang harus sadar untuk menghindari tiga hal yakni tidak sombong, tidak angkuh, dan tidak ujub (berbangga diri).
"Kalau di era pandemi hampir dua tahun masih ada orang yang sombong, naudzu billahi min dzalik. Jadi, harusnya semakin mendekatkan diri kepada Allah," kata Amir kepada Langit7.id, Senin (5/7/2021).
Menurut dia, salah satu indikasi sikap tercela tersebut masih dominan di tengah masyarakat bisa dilihat dari kegaduhan di media sosial. Dia menyebutkan masih ada pengguna dunia maya yang tak mengedepankan adab dalam berinteraksi
"Di media sosial, kegaduhan terus terjadi. Kita tidak tahu mau jadi negara apa ini? Itu artinya apa, masih ada keangkuhan dan kesombongan. Belum juga sadar. Jadi, kalau saya mengatakan, Covid-19 ini harus menyadarkan umat dan bangsa supaya semakin dekat kepada Allah SWT.
Selain itu, dia juga menekankan agar masyarakat untuk meninggalkan sikap ujub. Ini karena sikap itu menjauhkan seseorang dari Allah SWT. "Ujub itu merasa diri hebat," ucapnya.
Selain itu, Amir meminta masyarakat untuk tidak saling menyalahkan. Dia menyebut sangat tidak arif dan bijaksana jika masyarakat masih saling menyalahkan di tengah situasi pandemi saat ini.
Dia menjelaskan, wajib iman adalah seseorang harus meningkatkan keimanan dan ketakawaan kepada Allah SWT. Seseorang harus sadar untuk menghindari tiga hal yakni tidak sombong, tidak angkuh, dan tidak ujub (berbangga diri).
"Kalau di era pandemi hampir dua tahun masih ada orang yang sombong, naudzu billahi min dzalik. Jadi, harusnya semakin mendekatkan diri kepada Allah," kata Amir kepada Langit7.id, Senin (5/7/2021).
Menurut dia, salah satu indikasi sikap tercela tersebut masih dominan di tengah masyarakat bisa dilihat dari kegaduhan di media sosial. Dia menyebutkan masih ada pengguna dunia maya yang tak mengedepankan adab dalam berinteraksi
"Di media sosial, kegaduhan terus terjadi. Kita tidak tahu mau jadi negara apa ini? Itu artinya apa, masih ada keangkuhan dan kesombongan. Belum juga sadar. Jadi, kalau saya mengatakan, Covid-19 ini harus menyadarkan umat dan bangsa supaya semakin dekat kepada Allah SWT.
Selain itu, dia juga menekankan agar masyarakat untuk meninggalkan sikap ujub. Ini karena sikap itu menjauhkan seseorang dari Allah SWT. "Ujub itu merasa diri hebat," ucapnya.
Selain itu, Amir meminta masyarakat untuk tidak saling menyalahkan. Dia menyebut sangat tidak arif dan bijaksana jika masyarakat masih saling menyalahkan di tengah situasi pandemi saat ini.