Yakini Kualitas Pendidikan PMDG, Kakek sampai Cucu Nyantri di Gontor
Muhajirin
Jum'at, 09 September 2022 - 14:00 WIB
Pondok Modern Darussalam Gontor (foto: gontor.ac.id)
Peneliti Senior Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr Henri Shalahuddin, mengungkapkan, kiprah Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tak bisa diragukan lagi untuk umat dan bangsa.
Henri merupakan lulusan Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor dan lulus pada 1995. Dia lalu menyelesaikan gelar sarjana Ushuluddin di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor pada 1999.
Bisa dibilang, Henri berasal dari keluarga lulusan Gontor. Ayah Henri juga merupakan lulusan Gontor yang lulus pada 1960. Merasa yakin dengan kualitas pendidikan KMI, saudara-saudara Henri juga nyantri di Gontor. Dua kakaknya lulus pada 1989 dan satunya lagi pada 1990.
Baca Juga:7 Pejabat Publik Alumni Gontor, dari Eksekutif hingga Yudikatif
“Saya baru meninggalkan PMDG pada 2000 setelah menamatkan S1 ISID Gontor (sekarang UNIDA) dan mengemban tugas mengajar selama 5 tahun (totalnya 11 tahun di PMDG). Di samping mendapatkan ilmu dan pendidikan, alhamdulillah dianugerahi rizki jodoh lulusan PMDG Putri Mantingan,” kata Henri melalui keterangan tertulis, Jumat (9/9/2022).
Tradisi itu rupanya dilanjutkan Henri dan saudaranya. Putra sulung Henri yang kala itu duduk di kelas 10 di International Islamic School di Istanbul, dia pindahkan ke Gontor.
Henri merupakan lulusan Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor dan lulus pada 1995. Dia lalu menyelesaikan gelar sarjana Ushuluddin di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor pada 1999.
Bisa dibilang, Henri berasal dari keluarga lulusan Gontor. Ayah Henri juga merupakan lulusan Gontor yang lulus pada 1960. Merasa yakin dengan kualitas pendidikan KMI, saudara-saudara Henri juga nyantri di Gontor. Dua kakaknya lulus pada 1989 dan satunya lagi pada 1990.
Baca Juga:7 Pejabat Publik Alumni Gontor, dari Eksekutif hingga Yudikatif
“Saya baru meninggalkan PMDG pada 2000 setelah menamatkan S1 ISID Gontor (sekarang UNIDA) dan mengemban tugas mengajar selama 5 tahun (totalnya 11 tahun di PMDG). Di samping mendapatkan ilmu dan pendidikan, alhamdulillah dianugerahi rizki jodoh lulusan PMDG Putri Mantingan,” kata Henri melalui keterangan tertulis, Jumat (9/9/2022).
Tradisi itu rupanya dilanjutkan Henri dan saudaranya. Putra sulung Henri yang kala itu duduk di kelas 10 di International Islamic School di Istanbul, dia pindahkan ke Gontor.