LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur tengah menjadi sorotan publik usai penayangan program Xpose Uncensored di stasiun televisi
Trans7.
Program tersebut memuat konten yang dinilai menyinggung dan melecehkan
KH Muhammad Anwar Manshur, salah satu kyai sepuh pengasuh
Ponpes Lirboyo.
Salah satu judul segmen yang disoroti dan dinilai provokatif yaitu "Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok?".
Baca juga: Trans7 Singgung Ponpes Lirboyo, MUI: Tidak Profesional dan TendensiusNarasi yang dibawakan juga dinilai menyudutkan kehidupan para santri.
"Ketemu kiainya masih ngesot dan cium tangan. Dan ternyata yang ngesot itulah yang ngasih amplop. Netizen curiga bahwa bisa jadi inilah kenapa sebagian kiai makin kaya raya," ucap narator dalam tayangan tersebut.
Tayangan ini sontak menuai reaksi keras dari berbagai kalangan. Apalagi konten tersebut memuat video yang menampilkan
Ponpes Lirboyo, salah satu lembaga pendidikan Islam bersejarah dan sangat terpandang.
Didirikan KH Abdul Karim pada 1910,
Ponpes Lirboyo dalam catatan sejarah ikut berperan dalam pergerakan perjuangan dengan mengirimkan santri-santrinya ke medan perang, seperti peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.
Dari pondok ini pula terlahir ulama dan tokoh-tokoh berpengaruh di Tanah Air. Berikut di antaranya:
Baca juga: Viral Seruan Boikot Trans7, Diduga Lecehkan Pesantren dan Kiai Lirboyo1. KH Said Aqil SirojMantan Ketua Umum PBNU ini pernah belajar di Pesantren Lirboyo. Kiai Said Aqil menimba ilmu pada KH Mahrus Aly, KH Marzuqi Dahlan, dan juga Kiai Muzajjad Nganjuk.
Dari Lirboyo, Kiai Said melanjutkan pendidikan ke Institut Agama Islam Tribakti hingga ia pindah ke Yogyakarta dan belajar di Pesantren Al-Munawwir, Krapyak dibawah bimbingan KH Ali Maksum.
2. KH Mahrus AlyKiai Mahrus Aly adalah seorang tokoh besar dan pengasuh legendaris di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Ia mondok di Lirboyo tidak lama, hanya sekitar tiga tahun. Sebelumnya Kiai Mahrus Aly menuntut ilmu agama di Pesantren Kasingan, Rembang, Jawa Tengah.
Kiai Mahrus Aly dikenal sebagai ulama yang haus ilmu. Ia pernah belajar di Ponpes Tebuireng Jombang, mengaji kitab Shahih Bukhari kepada KH. Hasyim Asy’ari. Selain itu juga beliau pernah mengaji pasaran di Pondok Pesantren Watucongol, Muntilan, Magelang, asuhan Kiai Dalhar, dan ponpes lain.
3. KH Maimoen ZubairKH Maimoen Zubair atau lebih dikenal dengan Mbah Moen merupakan alumni jebolan Ponpes Lirboyo. Mbah Moen adalah ulama kharismatik dengan keteguhan ilmu dan keluasan pandangan.
Baca juga: Profil Pondok Pesantren Lirboyo Cabang VII Demak, Dibangun dari Tanah Wakaf Pengusaha KacangDi Pesantren Lirboyo, Mbah Moen belajar di bawah bimbingan KH Abdul Karim atau Mbah Manaf. Di Lirboyo, Mbah Moen nyantri selama kurang lebih lima tahun.
Selama hidupnya, Mbah Moen mengabdikan diri untuk pendidikan dan dakwah. Ia memimpin pesantren di Sarang, yaitu Al Anwar.
4. KH Mustofa BisriPondok Lirboyo identik dengan tokoh-tokoh berpengaruh di Indonesia, salah satu yang lahir dari pesantren tersebut adalah KH Mustofa Bisri atau Gus Mus.
Gus Mus dikenal publik sebagai ulama sekaligus penyair, seniman, dan pemikir yang moderat. Ia memiliki gaya dakwah yang soft spoken namun sarat akan makna. Tak heran bila Gus Mus disegani dari berbagai kalangan dan lintas agama.
5. KH Manaf Achmad NasirDilansir dari Maarif NU Jateng, Kiai Manaf mendedikasikan hidupnya untuk negara dan agama. Ia merupakan alumni Ponpes Lirboyo tahun 1975. Ia dikenal sebagai pengasuh Pesantren An Nashiriyyah.
Kiai Manaf pernah menjadi pegawai negeri sipil di Departemen Agama. Ia juga aktif dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU), serta anggota Komisi Fatwa, Pengkajian, dan Penelitian di Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Baca juga: Sejarah Singkat Ponpes Lirboyo, Awalnya Desa Terpencil Sarang Penyamun di Kediri6. Ning ImazUstazah Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz merupakan putri pengasuh Ponpes Putri Al Ihsan Lirboyo, KH Abdul Khaliq Ridwan.
Ia menekuni bidang fiqih sejak duduk di bangku tsanawiyah. Ning Imaz pun dikenal sebagai santri yang aktif dalam berdiskusi bersama ahli keilmuan Islam, khususnya fiqih.
Cucu dari pengarang kitab Siraj ath-Thalibin, Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Al-Jampasy ini merupakan alumnus Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri.
(est)