LANGIT7.ID-, Jakarta - - Beberapa waktu belakangan publik dikejutkan dengan beberapa acara televisi yang dinilai melecehkan
agama Islam.Akibatnya,
stasiun televisi yang menyiarkan program tersebut terkena imbas seruan
boikot dari masyarakat.
Berdasarkan Pasal 36 ayat (6) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, menerangkan bahwa isi siaran dilarang memperolokkan, merendahkan, melecehkan dan atau mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia indonesia, atau merusak hubungan internasional.
Baca juga: KPI Hentikan Sementara Program Xpose Uncensored di Trans7Berikut beberapa acara televisi yang memancing
kontroversi dan panen
hujatan karena dinilai melecehkan agama Islam.
1. Program Xpose - Trans7 Seruan boikot menimpa Trans7 usai penayangan program Xpose yang mengangkat judul provokatif, "Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?”.
Tayangan yang disiarkan pada 13 Oktober 2025 itu dinilai mendiskreditkan
Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur dan kiai dari pondok tersebut, yaitu Kiai Haji Anwar Manshur.
Program tersebut dinilai melecehkan kiai, santri, dan pondok pesantren lewat narasi-narasinya yang menyudutkan.
Narasi yang dibawakan juga dinilai menyudutkan kehidupan para santri, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan salah paham di masyarakat.
"Ketemu kiainya masih ngesot dan cium tangan. Dan ternyata yang ngesot itulah yang ngasih amplop. Netizen curiga bahwa bisa jadi inilah kenapa sebagian kiai makin kaya raya, mobilnya mewah hingga miliaran. Sarungnya aja pun merek termahal yang harganya antara 400 ribuan hingga 12 jutaan," ucap narator dalam tayangan tersebut.
Baca juga: Sekjen PKB: Tayangan Trans7 Lukai Santri se IndonesiaUsai viral dan panen kecamana, pihak Trans7 menyampaikan permohnan maaf atas keteledoran tayangan program yang disebut merendahkan lembaga pendidikan Islam.
"TRANS7 dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap Kyai dan keluarga, para pengasuh, santri serta alumni Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya di bawah naungan PP. Putri Hidayatul Mubtadiaat," kata Production Director Trans7, Andi Chairil dalam keterangannya.
"Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," demikian bunyi pernyataan tertulis dari Trans7.
2. Dangdut Academy 7 (DA7) IndosiarUsai seruan boikot Trans7, baru-baru ini stasiun televisi
Indosiar juga mendapat kecaman yang sama atas tayangan program Dangdut Academy 7 (DA7).
Baca juga: Makna Kalimat Tauhid yang Dilecehkan Acara Dangdut IndosiarInsiden berawal ketika kreator asal Madura, Boger Bojinov, menampilkan tarian keseimbangan dengan iringan lagu “Aduh Kacong Bekna Sengak”, yang terdapat
kalimat tauhid.
Begitu kru dan pengisi acara menyadari adanya unsur sensitif dalam liriknya, musik langsung dihentikan dan diganti. Momen itu cepat viral, meski pembawa acara Ramzy dan Gilang Dirga telah meminta maaf pada siaran tanggal 26 November 2025.
Indosiar secara resmi telah menyampaikan permohonan maaf kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait insiden pemutaran lagu Madura yang mengandung kalimat tauhid tersebut.
"Atas nama Indosiar mengucapkan terimakasih kepada MUI atas pertemuan yang diselenggarakan guna mengklarifikasi apa yang terjadi di acara Dangdut Academy 7 pada tanggal 25 November 2025 lalu," kata Corporate Secretary SCM Gilang Iskandar, seperti dikutip dari MUI Digital.
Baca juga: Indosiar Minta Maaf ke MUI soal Tarian dengan Lagu Bernuansa Tauhid di Dangdut Academy 7"Kami berterimakasih kepada MUI di dalam pertemuan tadi disampaikan arahan, masukan, saran perbaikan, terutama untuk acara-acara yang sifatnya siaran langsung supaya menjadi lebih baik lagi dan terus menebar kebaikan-kebaikan kepada masyarakat Indonesia," tegasnya.
(est)